Karhutla Hanguskan Dua Hektare Lahan di Muara Badak
- 14 Jul 2026 07:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Kelurahan Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu 12 Juli 2026. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare, dengan sekitar satu hektare di antaranya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, mengatakan laporan kebakaran diterima dari warga melalui sambungan telepon dan WhatsApp pada pukul 14.57 WITA. Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kutai Kartanegara segera melakukan koordinasi untuk penanganan di lapangan, ujarnya.
Tim TRC BPBD Kutai Kartanegara kemudian melakukan persiapan dan berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 17.00 WITA. Setibanya di Muara Badak sekitar pukul 20.00 WITA, petugas langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pemadaman titik api serta pendinginan di sekitar lokasi agar kobaran api tidak meluas ke arah rumah dan permukiman warga, katanya.
| Baca juga: Pertanian Digital Jadi Harapan Generasi Muda |
Berdasarkan kronologi di lapangan, kobaran api pertama kali terlihat di area halaman sekolah yang berada di sekitar lapangan sepak bola SMP 4 Muara Badak. Hingga malam hari, proses pemadaman terus dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dari rawa yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.
Lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan gambut dan mineral. Hingga saat ini penyebab pasti terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan.
Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 22.47 WITA. Secara visual, kondisi api telah mengecil dan sebagian besar titik api berhasil dipadamkan. Namun demikian, masih terdapat bara api di beberapa lokasi sehingga petugas tetap melakukan pemantauan secara intensif, ucapnya.
Kondisi medan yang sulit dijangkau membuat tim tidak memungkinkan mendekati seluruh titik api. Oleh karena itu, personel bergeser ke Markas Komando Lanal TNI AL untuk memantau perkembangan situasi sambil menunggu kondisi lapangan lebih aman, ujarnya.
Dalam operasi tersebut, BPBD Kutai Kartanegara mengerahkan berbagai peralatan semi mekanis, seperti mesin pompa Tohatsu, selang, jet shooter, water tank, serta peralatan pendukung lainnya. Sementara kendaraan operasional yang digunakan meliputi mobil tangki pemadam karhutla, mobil komando Hilux, dan satu unit mobil tangki air.
Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara bersama TNI AL, Polsek Muara Badak, Relawan Mubasigana, Masyarakat Peduli Api (MPA) Sengkima/Mahalani, Rescue Ambulans Muara Badak, Manggala Agni, serta masyarakat setempat. Tim dijadwalkan kembali melakukan patroli pada Senin pagi untuk memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....