Simulasi Bencana Tingkatkan Kesiapsiagaan Anak
- 05 Jul 2026 18:26 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Simulasi kebencanaan dinilai menjadi metode efektif meningkatkan kesiapsiagaan anak menghadapi berbagai ancaman bencana di sekolah. Latihan rutin membantu anak mengenali langkah penyelamatan dengan cepat saat keadaan darurat benar-benar terjadi.
Kepada rri.co.id, Sabtu 4 Juli 2026. Disaster Management Specialist WVI NTT dan Indonesia Timur, Severinus L. Budiman menjelaskan simulasi membentuk kebiasaan positif melalui latihan berulang secara konsisten setiap waktu. Anak akan lebih mudah mengingat tindakan penyelamatan ketika menghadapi situasi darurat secara langsung nantinya.
Dikatakan, Sekolah didorong menyelenggarakan latihan evakuasi secara berkala melibatkan guru, siswa, dan seluruh warga sekolah. Kegiatan tersebut memperkuat budaya kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan rasa aman selama proses pembelajaran berlangsung setiap hari.
Menurutnya, Metode pembelajaran dapat dikembangkan melalui permainan, cerita, lagu, video, dan simulasi sesuai usia anak. "Latihan berulang membuat respons anak semakin cepat menghadapi keadaan darurat secara tepat bersama." ucapnya.
Selain itu, keluarga juga memiliki peran penting membangun kebiasaan sadar bencana sejak kehidupan sehari-hari di rumah. Orang tua perlu mengenalkan jalur evakuasi serta rencana penyelamatan kepada seluruh anggota keluarga secara rutin.
Dia meminta kolaborasi lintas sektor memperkuat penyebarluasan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat secara berkelanjutan di berbagai daerah.
"Sekolah dan keluarga harus berjalan bersama membangun budaya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini," katanya.
Pendidikan kebencanaan diharapkan menjadi bagian penting pembentukan karakter anak yang tangguh menghadapi berbagai ancaman. Langkah tersebut mendukung terwujudnya generasi lebih siap menghadapi bencana pada masa mendatang dengan percaya diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....