Simulasi Bencana, Wajib Diberikan Kepada Masyarakat

  • 20 Feb 2026 21:18 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Simulasi hadapi kondisi bencana, aspek penting dalam mitigasi yang wajib diberikan kepada masyarakat. Demikian disampaikan Dionisius J. Deo, aktivis kebencanaan Belu kepada rri.co.id, Selasa 17 Februari 2026.

“Bicara tentang bencana itu ada beberapa kegiatan mencakupi tindakan yang terukur, terstruktur yaitu yang pertama adalah pra bencana, saat kejadian dan setelahnya,” kata Dion karib disapa.

Menurutnya berbicara tentang keselamatan ketika terjadi bencana, tidak lepas dari simulasi yang berada di kegiatan pra bencana dan merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan untuk mengedukasi.

“Sehingga masyarakat di daerah rawan bencana bisa paham apa sebenarnya bencana dan apa-apa saja yang mengancam dirinya di lingkungan dia berada,” tuturnya.

Lanjut Dion, edukasi yang diberikan mencakup jenis ancaman bencana sesuai pemetaan daerah rawan. “Maka simulasi menjadi wadah belajar hadapi bencana.”

Disampaikannya dalam melaksanakan simulasi kebencanaan kepada masyarakat, keselamatan diri menjadi prioritas. Sebelum harta benda, serta ternak yang dimiliki.

“Ini menyangkut peningkatan skillnya ketika terdiri bencana. Seperti saat terjadi banjir bandang, hadapi gempa, tsunami bagi warga pesisir, angin puting beliung apa yang harus dilakukan,” ucapnya.

Setelah melatih cara menyelamatkan diri, warga didaerah rawan bencana juga diajarkan cara menolong sesama.”Sampai pada kemana mengungsi, dan apa yang harus dibawah,” ujarnya.

“Kita juga harus melihat kelompok rentan seperti anak, bayi balita, ibu hamil, lansia dan disabilitas yang wajib diprioritaskan dalam tindakan penyelamatan saat simulasi dilakukan,” katanya lagi.

Dengan simulasi yang diberikan secara berkala dan dilakukan bersama, masyarakat akan paham apa, siapa berbuat apa, saat musibah melanda. Sehingga minimalisir korban jiwa saat terjadi bencana. (EM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....