Polres Sikka Dampingi Petani Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

  • 20 Jun 2026 11:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Sikka melalui pendampingan langsung kepada petani di berbagai wilayah Kabupaten Sikka. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis 18 Juni 2026 di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, dan Desa Takaplager, Kecamatan Nita.

Di Kelurahan Wolomarang, Bhabinkamtibmas AIPDA Hironimus Taji Werang melakukan monitoring lahan hortikultura milik Jonas Z. Sanang yang berada di RT 026/RW 005. Lahan seluas sekitar 20 x 30 meter itu ditanami berbagai komoditas bernilai ekonomi seperti melon, cabai keriting, dan cabai rawit.

Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus mendengar langsung berbagai kendala yang dihadapi petani. Salah satu tantangan yang muncul adalah tingginya curah hujan yang menyebabkan tanaman melon mengalami gagal panen.

Selain faktor cuaca, petani juga menghadapi kesulitan memperoleh pupuk subsidi yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi. Kondisi tersebut memaksa petani membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang lebih tinggi untuk menjaga keberlangsungan usaha pertanian mereka.

Menanggapi situasi tersebut, AIPDA Hironimus memberikan motivasi kepada petani agar tetap produktif dan tidak menyerah menghadapi berbagai hambatan. Ia juga mendorong petani untuk berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) guna membentuk kelompok tani agar dapat mengakses bantuan pemerintah secara lebih luas.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen yang melimpah, tetapi juga oleh kemampuan petani bertahan menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Pendampingan yang dilakukan menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap keberlanjutan sektor pertanian masyarakat.

Sementara itu, suasana berbeda terlihat di Desa Takaplager, Kecamatan Nita, saat Kelompok Tani BUMDes Mitan Gita melaksanakan panen raya cabai bara. Panen tersebut dilakukan setelah kelompok tani berhasil mengelola lahan seluas sekitar 0,3 hektare hingga memasuki masa produksi.

Kegiatan panen dihadiri Camat Nita Fransiskus Nong Lalang, Sekretaris Camat Nita, Penjabat Kepala Desa Takaplager Hendrikus Raga, Kanit Binmas Polsek Nita AIPDA Fransiskus Hubertus, Ketua BUMDes Mitan Gita Yohanes Aris, serta anggota kelompok tani dan perangkat desa. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan bersama terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, AIPDA Fransiskus Hubertus menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani yang berhasil mencapai masa panen. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi agenda strategis pemerintah.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas perawatan tanaman, meningkatkan pengawasan kebun, serta menerapkan prinsip transparansi dalam pengelolaan hasil panen dan keuangan kelompok. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani dan kepercayaan antaranggota kelompok.

Dua peristiwa yang terjadi pada hari yang sama di Kabupaten Sikka itu menggambarkan dinamika sektor pertanian yang dihadapi masyarakat. Di tengah tantangan cuaca dan tingginya biaya produksi, semangat petani untuk terus berproduksi serta pendampingan yang dilakukan Polres Sikka menjadi bagian dari upaya bersama menjaga ketersediaan pangan dari tingkat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....