Gen Z Ende Buktikan Nasionalisme lewat Ruang Digital
- 31 Mei 2026 11:01 WIB
- Ende
Poin Utama
- LPP RRI Ende menggelar dialog interaktif Pro 2 bertajuk relevansi jiwa nasionalisme di kalangan generasi Z.
- Narasumber menegaskan nasionalisme Gen Z tidak luntur melainkan bertransformasi memanfaatkan platform teknologi serta media sosial secara masif.
- Guru Pendidikan Pancasila diimbau menerapkan metode pembelajaran dinamis demi menjaga nilai luhur kebudayaan Timur Indonesia.
RRI.CO.ID, Ende - Radio Republik Indonesia Ende menyelenggarakan dialog interaktif remaja melalui program siaran unggulan di Pro Dua FM, Senin 20 April 2026. Acara interaktif tersebut mengupas tuntas relevansi jiwa nasionalisme di kalangan generasi Z saat ini.
Narasumber yang merupakan akademisi sekaligus guru Pendidikan Pancasila Kabupaten Ende, Ainun Rodja, M.Pd, membedah pola pergerakan anak muda zaman sekarang. "Jiwa nasionalisme Gen Z tetap ada dan tidak luntur, hanya ruang pengungkapan mereka saja yang kini berbeda," katanya.
Jika generasi terdahulu angkat senjata melawan penjajah, pemuda masa kini mengekspresikan cinta tanah air lewat optimasi teknologi digital. Mereka sangat aktif menyuarakan isu kemanusiaan global dan masif mempromosikan kain tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur.
Anggapan miring mengenai kedekatan mereka terhadap budaya asing seperti musik populer Korea dibantah keras oleh sang akademisi. Sikap kritis remaja terhadap kebijakan publik dalam waktu singkat justru membuktikan kepedulian besar mereka bagi kemajuan bangsa.
| Baca juga: Anak Muda Diminta Siap Pimpin Indonesia |
Para pendidik senior diingatkan agar tidak menghakimi kecintaan pemuda terhadap Indonesia hanya karena perbedaan cara penyampaian aspirasi. Guru harus mampu memposisikan diri sebagai fasilitator yang dinamis demi merangsang kemampuan berpikir kritis para siswa sekolah.
"Pendekatan pembelajaran Pancasila di dalam kelas harus menyenangkan, adaptif, serta memanfaatkan kemajuan teknologi melalui platform berbasis permainan," ujarnya. Metode pengajaran konvensional yang kaku dinilai sudah kurang efektif diterapkan dalam menghadapi karakteristik pelajar masa kini.
Anak muda di Kabupaten Ende diharapkan terus mengikuti arus digitalisasi global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Pondasi dasar negara berupa nilai luhur Pancasila dan kebudayaan Timur harus tetap dijaga erat dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....