Komunitas Literasi Rawat Warisan Aksara Lota Ende

  • 24 Mei 2026 20:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Komunitas Taman Baca Anak Merdeka mendorong generasi muda Ende kembali mengenal Aksara Lota yang mulai ditinggalkan. Upaya ini dilakukan melalui diskusi, pelatihan, hingga ruang belajar budaya yang melibatkan mahasiswa lintas daerah di Flores.

Dalam program CLBK Pro 2 RRI Ende, Kamis, 30 April 2026, relawan komunitas menilai minimnya pengetahuan anak muda terhadap Aksara Lota menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan warisan budaya lokal. Padahal, aksara tersebut merupakan bagian penting dari jejak sejarah masyarakat Ende dan Lio.

Relawan Taman Baca Anak Merdeka, Maksimus Amekae, mengatakan Aksara Lota perlu dikenalkan kembali karena memiliki nilai sejarah yang kuat di Flores. Menurutnya, generasi muda perlu memahami identitas budaya daerah di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan media sosial.

“Anak muda sekarang lebih dekat dengan budaya digital, tetapi budaya lokal juga harus tetap dipelajari supaya tidak hilang,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Angelina Widia Putri. Ia menilai banyak anak muda Ende belum mengenal Aksara Lota meski berasal dari daerah yang memiliki warisan budaya tersebut. Karena itu, komunitas berupaya menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan generasi muda.

Selain belajar aksara, komunitas juga menggelar program Ruang Bertumbuh dan kolaborasi sosial di Pantai Kota Raja. Kegiatan itu menjadi wadah membangun kepedulian budaya sekaligus memperkuat relasi antaranggota komunitas.

Berto Wuwur mengatakan pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada tokoh adat atau orang tua. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar Aksara Lota tetap dikenal di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....