Perpustakaan Isi Langa Gerakkan Literasi Ngada
- 21 Feb 2026 08:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada - Mertin Lusi menggagas Perpustakaan Isi Langa sebagai ruang baca alternatif bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Inisiatif itu dimulai sejak 2013, setelah ia menyelesaikan pendidikan tinggi dan kembali ke kampung halamannya.
Ia melihat akses buku di wilayah Indonesia Timur, khususnya Ngada, masih terbatas dan tertinggal dibanding daerah lain. Kondisi tersebut mendorongnya membuka perpustakaan berbasis komunitas yang menyediakan bacaan nonpelajaran melalui donasi jejaring pegiat literasi.
Menurut Lusi, kepada RRI, di Florata Pagi, Sabtu, 21 Februari 2026, perpustakaan saja tidak cukup sehingga gerakan literasi diperluas dengan mendatangi sekolah-sekolah pelosok dan rumah baca warga. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan menulis, jurnalistik, pembuatan konten digital, diskusi budaya, hingga nonton bareng bersama warga kampung.
Gerakan ini menyasar sekolah yang jauh dari akses publik sebagai upaya menghadirkan bahan bacaan yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak. Lusi menilai kedekatan emosional dengan tema lokal, seperti tradisi Bajawa, membuat minat baca tumbuh lebih cepat dibanding bacaan yang terasa asing.
Respon sekolah dan guru disebutnya positif, bahkan sejumlah pihak aktif mengajukan kunjungan melalui komunikasi media sosial. Dalam pelaksanaannya, gerakan literasi tersebut mengedepankan kolaborasi relawan, komunitas, dan donatur agar program dapat berjalan hampir setiap bulan.
Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak hanya menyusun program di atas kertas, tetapi turut hadir mendampingi gerakan literasi masyarakat. Bagi Lusi, literasi bukan sekadar membaca dan menulis, melainkan membangun ruang dialog agar generasi muda mampu berpikir kritis dan berdaya di lingkungannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....