Tim PKM Bima Faperta UBT Dukung Kemandirian KWT Agribisnis Cabai di Tarakan

  • 10 Jul 2026 19:47 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Kota Tarakan memiliki potensi di sektor pertanian holtikultura salah satunya adalah komoditas cabai. Kelompok Wanita Tani (KWT) Hikmah Mandiri yang berlokasi di Kelurahan Kampung Satu Kota terdiri dari ibu-ibu petani cabai. Komoditas cabai harganya fluktuatif sehingga dibutuhkan pemberdayaan dan pendampingan secara berkelanjutan mulai dari hulu sampai hilir pada KWT produsen cabai.

Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA yang didanai oleh Kemdiktisaintek melakukan pelatihan untuk petani cabai pada tanggal 8 – 9 Juli 2026 bertempat di KWT Hikmah Mandiri Gunung Slipi Kampung 1 Tarakan. Tema kegiatan ini adalah Penguatan Kemandirian KWT melalui Inovasi Budidaya dan Hilirisasi Cabai Berkelanjutan sebagai Upaya Pengendalian Inflasi Pangan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pelatihan ini diikuti oleh PPL Kementerian Pertanian Kota Tarakan, anggota KWT Hikmah Mandiri, ketua RT 09 Kampung Satu, Tim Bima Fakultas pertanian yang terdiri dari dosen, laboran dan mahasiswa. Narasumber pelatihan adalah dosen dan laboran Fakultas Pertanian yaitu Ibu Dr T.Titik Ismandari,SP,M.Sc, Ibu Dr Elly Jumiati,SP, MP serta Bapak Fathur Rachman, SP.

Pelatihan yang diberikan meliputi dua sesi, yaitu sesi pertama pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan limbah organik rumah tangga dan pembuatan pestisida nabati berbahan dari daun sirsak. Pembuatan POC dan pestisida nabati ini bertujuan untuk mendukung pertanian ramah lingkungan sekaligus mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan petani untuk membeli pupuk kimia. Sesi kedua adalah inovasi olahan cabai dan pemasaran digital, pelatihan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah cabai menjadi berbagai olahan yaitu sambal botol dengan berbagai varian rasa, cabai kering dan bubuk cabai.

Produk olahan yang dihasilkan dapat dipasarkan melalui pemasaran digital melalui market place maupun dijual langsung ke supermarket di kota tarakan. Ketua tim pelaksana kegiatan PKM BIMA 2026 Sekar Inten M menyatakan bahwa pelatihan dan pendampingan pada KWT merupakan salah satu bentuk dukungan Universitas melalui tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Anggota KWT berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini sekaligus menyambut baik adanya program yang diberikan.

Ketua KWT Hikmah Mandiri ibu Sutina melalui testimoninya berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan karena dapat memberikan wawasan, keterampilan dan pembelajaran bersama pada anggota KWT. Kegiatan ini diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan wanita tani sekaligus mendukung ketercapaian pembangunan berkelanjutan melalui SDGs 2 dan SDGs 5.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....