Gubernur Kaltim Bersilaturahmi ke Sultan Kutai
- 15 Jan 2026 19:42 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tenggarong - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud atau Harum, bersilaturahmi ke Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Kamis 15 Januari 2026. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan Kesultanan Kutai Kartanegara.
Kehadiran Gubernur Harum bersama istri, Sarifah Suraidah Harum, disambut hangat oleh Sultan Aji Muhammad Arifin beserta kerabat Kesultanan. Suasana silaturahmi berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai-nilai adat dan tata krama yang dijunjung tinggi di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara.
Usai pertemuan, Gubernur Harum mengatakan kunjungan tersebut dilandasi latar belakang dirinya yang berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi adat dan budaya timur. Menurutnya, bertabayun dan bersilaturahmi langsung kepada Sultan merupakan wujud etika dan sopan santun yang harus dijaga.
“Saya dilahirkan dari keluarga yang memiliki adat istiadat, tata krama, etika, sopan santun dan menjunjung tinggi budaya timur, datang langsung kepada Sultan untuk bertabayun dan bersilaturahmi,” kata Gubernur Harum.
Gubernur Harum menegaskan, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai kerajaan tertua di Indonesia memiliki peran penting dalam sejarah dan budaya bangsa. Oleh karena itu, adat budaya serta penghormatan kepada tokoh adat dan para tetua, khususnya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, harus terus dijaga dan dilestarikan.
Semboyan “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” juga menjadi pesan penting yang ditekankan Gubernur Harum dalam silaturahmi tersebut. Nilai itu, menurutnya harus menjadi pegangan dalam setiap aktivitas pemerintahan dan kemasyarakatan, terutama saat berinteraksi dengan tokoh adat dan budaya.
Terkait kejadian pada acara Presiden Prabowo di Balikpapan, Senin lalu, Gubernur Harum menegaskan semua pihak wajib menaati mekanisme yang diatur dalam keprotokolan nasional. Meski pengaturan acara tersebut bukan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dirinya tetap datang bersilaturahmi kepada Sultan untuk menjelaskan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi.
“Arahan dari Sultan akan kami sampaikan ke pusat agar menjadi introspeksi, bagaimana sebaiknya tata cara menempatkan para raja dalam suatu acara yang dihadiri Presiden,” ujar Gubernur Harum.
Ke depan, Gubernur Harum memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan memberi perhatian khusus terhadap penghormatan tokoh adat dan tokoh budaya. Hal ini juga akan ia sampaikan kepada seluruh provinsi di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (APPSI).
Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin, menyambut baik kunjungan Gubernur Harum. Sultan berharap kejadian serupa tidak terulang dan semua pihak dapat terus menjaga adat istiadat serta budaya dengan sebaik-baiknya.
“Kita berterima kasih juga kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah mengingatkan soal ini, bagaimana menempatkan posisi raja dalam sebuah acara,” ucap Sultan Aji Muhammad Arifin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....