Kemeriahan Fashion Show Daur Ulang Desa Wringin Telu

  • 22 Des 2025 23:32 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Sebuah panggung sederhana di Balai Desa Wringin Telu puger ,model dengan busana-busana unik melenggang dengan percaya diri. Bukan kain mahal atau rancangan desainer ternama yang ditampilkan, melainkan pakaian hasil olahan sampah karung goni bekas bungkus tembakau, kepingan CD film lama, plastik, banner, sedotan, botol bekas aqua dan berbagai material daur ulang lainnya.

Di balik perhelatan Lomba Fashion Show Minggu (21/12/2025) ini, tersimpan pesan kuat tentang kampnye stop pekerja anak dan kepedulian lingkungan. Lomba Fashion Show yang digelar oleh pemerintah Desa Wringin Telu, PAACLA, Jarak dan Forum Anak Desa (FAD) serta Dinas Linhkungan Hidup ini menjadi bagian dari kampanye menuju stop pekerja anak, perkawinan anak dan Zero Waste 2029.

Seluruh karya yang ditampilkan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk lebih bijak mengelola sampah. Namun, lebih dari sekadar lomba kreativitas, kegiatan ini juga menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk berekspresi dan belajar.

Kepala Desa Wringin Telu Moh Solihin menegaskan komitmennya terhadap perlindungan terhadap pekerja anak.

" Anak di bawah umur tidak diperbolehkan untuk dipekerjakan. Bagi anak-anak yang belum waktunya bekerja, desa berharap para pembina dapat memberikan pendampingan serta arahan kepada orang tua agar anak-anak lebih diarahkan pada kegiatan positif dan edukatif" ujar Solihin.

Sementara itu Rizki Nurhaini selaku Fasilitator Daerah PAACLA menyampaikan bahwa peran PAACLA dalam upaya tersebut terbilang strategis. Melalui berbagai kegiatan seni dan olahraga, PAACLA berupaya menampung bakat dan minat anak-anak agar mereka tumbuh di ruang yang aman dan produktif.

" PAACLA juga mendorong peningkatan prestasi anak melalui Akademi Sungai Duningan. Lomba Fashion Show ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan motivasi anak agar aktif mengikuti kegiatan sanggar dan pendidikan, sekaligus menjauhkan mereka dari praktik pekerja anak" ujar Rizki.

Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Jember Siti Nurul Qomariyah juga menekankan pentingnya anak-anak memahami konsep 3R.

" Dari lomba fashion ini harapannya memahami konsep 3R ya, reduce reuse recycle" papar Nurul yang menjadi salah satu Juri Fashion

Salah satu peserta lomba Indah Ira Maharani yang berhasil menyabet Juara 3 tampil mencuri perhatian. Busana yang dikenakannya terbuat dari karung goni bekas bungkus tembakau yang dipadukan dengan CD kaset film lama. Dengan bangga, ia mengungkapkan bahwa proses pembuatan busana tersebut memakan waktu sekitar satu minggu. Baginya, karya ini bukan sekadar pakaian, tetapi wujud imajinasi dan ketekunan.

Melalui kegiatan ini, Forum Anak Desa berharap anak-anak dapat tumbuh dengan kreativitas, prestasi, dan kesadaran lingkungan. Dari sampah yang sering dipandang tak bernilai, lahir harapan baru tentang desa yang ramah anak, peduli lingkungan, dan berani menenun masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....