Gubernur Iqbal Atensi Banjir di Bima dan Dompu
- 12 Nov 2025 17:44 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, memberikan perhatian serius terhadap bencana banjir yang melanda Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu dalam dua pekan terakhir. Curah hujan ekstrem yang terjadi di wilayah timur NTB ini mengakibatkan ribuan warga terdampak, puluhan rumah rusak, serta sejumlah fasilitas umum lumpuh.
Berdasarkan laporan sementara BPBD NTB, sedikitnya 2.500 jiwa terdampak dan ratusan rumah terendam di beberapa kecamatan di Bima dan Dompu. Sejumlah jembatan penghubung antar desa juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir yang membawa material lumpur dan batu.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. (Foto: RRI/Halwi)
Gubernur Iqbal memastikan pemerintah provinsi terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota serta aparat TNI-Polri untuk memastikan penanganan cepat di lapangan.
“Sejak dua hari lalu, kami sudah minta Kepala BPBD bersama timnya untuk siaga memantau perkembangan di lapangan. Begitu juga dengan Pak Danrem, kami sudah komunikasi dan berharap bisa memberikan respon secepat mungkin terhadap situasi di sana,” ujar Iqbal, Rabu (12/11/2025).
Iqbal menegaskan, Pemprov NTB telah menyiapkan seluruh dukungan logistik dan personel apabila pemerintah kabupaten membutuhkan bantuan tambahan. Namun, sesuai mekanisme kebencanaan, penetapan status tanggap darurat harus dimulai dari tingkat kabupaten terlebih dahulu.
“Kalau membutuhkan dukungan dari provinsi, kami sudah siap. Tapi kami tunggu penetapan dari kabupaten dulu, karena urutannya memang harus begitu,” jelasnya.
Mantan Dubes RI untuk Turki ini juga menyoroti akar permasalahan banjir di wilayah Bima dan Dompu yang menurutnya berasal dari rusaknya kawasan hulu. Penggundulan hutan, pembukaan lahan baru secara tidak terkendali, serta sedimentasi tinggi di daerah aliran sungai (DAS) menjadi pemicu utama terjadinya banjir berulang setiap tahun.
“Menangani masalah di hilir tidak akan menyelesaikan persoalan. Yang harus kita tangani adalah hulunya. Di hulu sudah terjadi penggundulan hutan besar-besaran dan erosi, sehingga menyebabkan sedimentasi yang akhirnya merusak jalan dan jembatan,” tegasnya.
Iqbal juga menyoroti praktik pembakaran lahan untuk membuka lahan pertanian yang masih terjadi di sejumlah daerah. Selain itu, penerbitan lahan sporadis tanpa pengawasan yang jelas di tingkat desa juga menjadi tantangan serius dalam tata kelola ruang.
Untuk itu, Pemprov NTB berencana menginisiasi koordinasi lintas kabupaten se-Pulau Sumbawa guna menyusun langkah penanganan yang bersifat jangka panjang dan menyeluruh. “Insya Allah kita akan segera berkoordinasi dengan para kepala daerah di Pulau Sumbawa untuk mencari solusi yang holistik agar persoalan banjir ini tidak terus berulang,” ujar Iqbal.
Dari hasil evaluasi sementara, kerugian material akibat banjir di Bima dan Dompu mencapai puluhan miliar rupiah, meliputi kerusakan jalan, jembatan, lahan pertanian, serta rumah warga. Gubernur Iqbal menyebut, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk mengalihkan sebagian anggaran tanggap darurat ke investasi perbaikan lingkungan dan rehabilitasi hutan.
“Kerugian materialnya besar sekali. Lebih baik ke depan kita investasikan untuk memperbaiki kondisi di hulu, agar tidak terus-menerus memperbaiki kerusakan akibat banjir,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....