Putri Victoria Kaget Disapa Warga Bayan Pakai Bahasa Swedia
- 06 Sep 2026 19:00 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Putri Victoria mendapat kejutan saat disapa warga Bayan menggunakan bahasa Swedia.
- Momen tersebut menjadi interaksi hangat dalam kunjungannya ke Desa Karang Bajo, Lombok Utara.
RRI.CO.ID, Lombok Utara — Langkah Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, menuju Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 6 September 2026, diwarnai momen tak terduga.
Di tengah perjalanan, seorang warga tiba-tiba menyapa Putri Victoria menggunakan bahasa Swedia. Sapaan itu sontak menarik perhatian karena datang dari warga lokal di Bayan, bukan dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
Warga tersebut ternyata fasih berbahasa Swedia. Ia kemudian berbincang singkat dengan Putri Victoria yang berjalan kaki menuju Desa Karang Bajo.
Percakapan tersebut berlangsung dalam suasana hangat. Momen itu menjadi salah satu kejadian menarik dalam kunjungan Putri Victoria ke Bayan, yang dikenal memiliki kekayaan tradisi, budaya, serta kearifan lokal dalam menjaga alam.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kemampuan warga Bayan berkomunikasi menggunakan bahasa asing bukan hal yang terlalu mengejutkan. Menurut dia, masyarakat di kawasan tersebut sudah terbiasa berinteraksi dengan wisatawan mancanegara.
“Cobak, lek Bayan ne bahasa Sedia doang tao, apalagi bahasa Inggris,” kata Iqbal menggunakan bahasa Sasak.
Pernyataan Iqbal menggambarkan bagaimana interaksi masyarakat Bayan dengan wisatawan asing telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, dalam kunjungan Putri Victoria kali ini, bahasa Swedia pun terdengar di tengah perkampungan adat Bayan.
Kunjungan Putri Victoria ke Desa Karang Bajo merupakan bagian dari agenda kunjungannya di Lombok Utara. Putri Victoria hadir dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador United Nations Development Programme (UNDP) untuk pembangunan berkelanjutan.
Di Karang Bajo, Putri Victoria melihat langsung kehidupan masyarakat adat dan berbagai upaya menjaga lingkungan serta warisan budaya. Pertemuan dengan warga menjadi bagian dari perjalanan untuk melihat bagaimana tradisi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....