BKSDA NTT gelar konsultasi publik DTRPJP TWA di Alor

  • 04 Nov 2024 23:03 WIB
  •  Atambua

KBRN, Alor: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTT menggelar konsultasi publik Desain Tapak dan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (DTRPJP) bagi sejumlah Taman Wisata Alam (TWA) di Kabupaten Alor yaitu TWA Tuti Adagae, TWA Pulau Rusa, TWA Pulau Batang dan TWA Pulau Lapang.

Kegiatan ini bertujuan untuk merencanakan desain tapak pengelolaan ke 4 TWA tersebut dalam jangka panjang dengan penambahan sejumlah ruang publik maupun ruang usaha bagi masyarakat sekitar dan membuka ruang investasi dari pihak swasta yang diatur dengan mekanisme dan prosedur yang sesuai.

Kepala Balai Besar KSDA NTT Ir.Arief Mahmud, M. Si dalam sambutannya menyampaikan, selain sebagai wilayah konservasi yang ekosistemnya terus dijaga, KSDA tetap membuka ruang publik bagi masyarakat untuk berwisata yang pengelolaanya tetap dilakukan oleh KSDM NTT.

"Ini adalah tahapan pengelolaan KSA dan KPA, jadi nanti ada tim yang akan memfasilitasi proses ini, tim bidang teknis dan akan melakukan proses sesuai dengan PP nomor 28 tahun 2011 tentang pengelolaan kawasan suaka alam dan kawasan kelestarian alam," ucap Kepala Balai Besar KSDA NTT Arief Mahmud, Senin (4/11/2024).

Sementara itu dari unsur Pemerintah Daerah Penjabat Bupati Alor yang diwakili Asisten III Setda Alor Marthen Maubeka menyampaikan, pemerintah daerah siap mendukung penempatan keberadaan kawasan konservasi sesuai dengan kriteria pengaturan ruang yang disinergikan dengan program-program di wilayah KSDA dengan kebijakan-kebijakan penataan ruang.

"Urusan konservasi dan lainnya saat ini sepenuhnya sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi, dengan demikian sebagi pemerintah Kabupaten Alor kami memberikan dukungan sepenuhnya kepada KSDA NTT," ujar mantan kepala pelaksana BPBD Kabupaten Alor tersebut.

Ia menyampaikan, kawasan wisata juga tidak dapat dipisahkan dari aktifitas masyarakat lokal, sehingga masyarakat juga memahami keberadaan hutan sebagai bagian penting dari unsur lingkungan yang harus di jaga dan masyarakat memiliki komitmen untuk tetap menjaga kelestarian taman wisata alam selain dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah Camat dan Kepala Desa dari beberapa lokasi TWA di Kabupaten Alor juga sejumlah Dinas dan Badan terkait dengan menerima materi dari petugas BKSDA yang secara khusus mengelola TWA di kabupaten Alor serta materi-materi perencanaan pengembangan wilayah ekonomi di area konservasi.

Diharapkan melalui materi yg diberikan menjadi bekal bagi pemimpin ke 4 wilayah TWA dan juga TWA di wilayah lainya untuk di sampaikan kepada masyarakat agar dilakukan sesuai peraturan yang berlaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....