Program CSR Pertamina Berbasis Ketahanan Kemandirian Ekonomi Perbatasan
- 29 Mei 2026 08:18 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID,Atambua - Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga area Regional JATIMBALINUS, Ahad Rehadi mengatakan, pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan selalu diawali dengan pemetaan sosial yang mendalam dari segi geografis maupun demografis.
"Prinsip dasar ini melandasi bagaimana program-program pemberdayaan dan bantuan sosial dirancang khusus demi menjawab tantangan serta potensi spesifik yang ada di wilayah perbatasan NKRI-Timor Leste," ucap Ahad pada kepada rri.co.id, Selasa 26 Mei 2026.
Menurutnya,poin utama mengenai implementasi program CSR serta pendekatan Pertamina Patra Niaga di wilayah perbatasan salah satunya pendekatan berbasis pemetaan sosial.
Sehingga Ahad Rahedi menegaskan bahwa setiap wilayah memiliki latar belakang masalah dan potensi yang berbeda-beda.
"Di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan perbatasan, program CSR dirancang dengan cara melihat potensi sumber daya lokal yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan. Ini untuk menaikkan taraf hidup masyarakat, alih-alih hanya memberikan bantuan yang bersifat sementara," ujar Ahad.
Sebagai pimpinan komunikasi dan CSR di wilayah Jatimbalinus, fokus utama pihaknya di daerah perbatasan adalah menjamin keseimbangan antara keberlanjutan bisnis energi dan kesejahteraan sosial. " CSR di perbatasan tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan fungsi ketahanan energi nasional guna mendukung produktivitas ekonomi warga lokal," katanya.
Dalam pengawasan distribusi energi tepat sasaran,kata Ahad,memastikan komoditas bersubsidi harus tepat sasaran serta tidak disalahgunakan. "Memastikan bahwa komoditas bersubsidi seperti minyak tanah dan Biosolar benar-benar mengalir ke masyarakat kecil di perbatasan dan tidak disalahgunakan atau diselundupkan keluar dari wilayah NKRI," katanya.
Fungsi program CSR lainnya,penyediaan titik layanan jual yang harus terjangkau. "Mengupayakan keadilan energi melalui infrastruktur lembaga penyalur resmi hingga ke pelosok perbatasan,"ujarnya.
Lanjutnya program CSR diarahkan juga untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat perbatasan dengan membentuk kemitraan binaan (UMKM lokal). "Tujuannya adalah membangun kemandirian masyarakat perbatasan agar tidak mengalami ketimpangan ekonomi melalui konsep pengembangan bertahap atau perbaikan berkelanjutan)."
Keberhasilan program CSR juga sangat dipengaruhi oleh strategi komunikasi yang efektif kepada masyarakat. "Pertamina terus mengedukasi masyarakat perbatasan agar memahami hak-hak mereka atas akses energi publik dan mendorong masyarakat berpartisipasi aktif dalam memantau jalannya program pembangunan maupun distribusi energi di kawasan perbatasan," tutur Ahad diakhir perbincangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....