Super Alor Berupaya Cetak Kader Perempuan Berani
- 14 Mei 2026 15:09 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Perempuan Alor (Super Alor) melakukan berbagai upaya strategis untuk mencetak kader perempuan yang berani bersuara di ruang publik terkait Pengarusutamaan Gender (PUG) dan isu hak perempuan.
"Upaya ini difokuskan pada peningkatan kapasitas, pendampingan, serta pelibatan aktif dalam forum pengambilan keputusan," ujar Koordinator Komunikasi Informasi dan Publikasi LSM Super Alor Nofi Lidia, S.Sos, kepada rri.co.id, Selasa 12 Mei 2026.
Super Alor memberikan pelatihan untuk meningkatkan wawasan, rasa percaya diri, dan kemampuan komunikasi publik kader perempuan agar mereka dapat berbicara dengan kuat di ruang publik.
’’Melalui gerakan kampanye Perempuan Alor jangan diam, Super Alor mendorong perempuan untuk berani melawan kekerasan dan bersuara terkait hak-hak mereka. Kampanye ini juga menargetkan perubahan pola pikir mindset di masyarakat,’’ ucap Nofi pada perbicangan
Menurut Nofi, Super Alor aktif melakukan intervensi sosial melalui seminar dan dialog untuk mengikis budaya patriarki dan stereotipe gender di Kabupaten Alor seribu moko-NTT.
Upaya ini bertujuan agar perempuan memiliki kesempatan setara dalam mengambil peran strategis di pemerintahan, masyarakat, serta sektor publik lainnya.
| Baca juga: PMII Alor Refleksikan Seabad Perjalanan NU |
‘’Sosialisasi kesetaraan gender dan budaya patriarki yang dilakukan oleh Super Alor ke berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Alor bertujuan untuk merombak stereotipe gender yang selama ini menghambat partisipasi perempuan," ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menciptakan tata kehidupan baru yang lebih adil dan setara di berbagai sektor.
Super Alor terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Sanggar Suara Perempuan (SSP), untuk memberikan penguatan kapasitas penanganan kasus kekerasan agar kader mampu mendampingi korban dan bersuara terkait hukum.
’’Program ini bertujuan agar LSM Super Alor dapat memberikan dampak nyata dan menjadi rumah yang aman bagi perempuan dan anak di Kabupaten Alor, dengan memastikan korban tidak berjalan sendirian dalam proses pemulihan dan pencarian keadilan,’’ucap Nofi.
Harapan kedepan,Nofi menegaskan dan menekankan,perempuan-perempuan hebat Alor harus berani untuk tampil, bersuara,memimpin di ruang publik serta penghapusan diskriminasi berbasis gender juga pentingnya mendobrak budaya patriarki yang membatasi ruang gerak perempuan, terutama di desa-desa.
‘’Upaya ini sejalan dengan perlunya penghapusan segala bentuk diskriminasi, ketidakadilan, dan penganiayaan terhadap perempuan, serta memastikan perempuan di Alor mendapatkan hak yang setara dalam pendidikan, pekerjaan, dan pengambilan keputusan,’’ tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....