Peran Masyarakat dan Pemerintah Atasi Dampak Banjir

  • 01 Mei 2025 13:41 WIB
  •  Cirebon

Ditulis oleh: Rusthoufan

(Mahasiswa Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan - UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon)

KBRN, Cirebon: Beberapa waktu lalu banjir melanda desa Desa Bayalangu Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, tepatnya pada Selasa pagi (25/2/2025). Banjir ini merendam ruas jalan Arjawinangun-Gegesik sekitar 60 cm, serta merendam sawah 100 hektare, banjir ini juga merendam SDN 1 Bayalangu Kidul. Akibatnya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut di liburkan akibat banjir tersebut, menurut Kepala Sekolah SDN 1 Bayalangu Kidul, Jubaedah, beliau menjelaskan bahwa air tersebut masuk ke dalam ruangan kelas yang ada di sekolah tersebut, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, sehingga membuat aktivitas di sekolah tersebut diliburkan sementara waktu akibat banjir tersebut.

Bapak Sugiharto, selaku Kuwu di desa Bayalangu Kidul, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi kali ini lebih parah dibandingkan peristiwa serupa pada bulan Januari lalu. Ia juga menjelaskan bahwa penyebabnya masih sama, yakni hujan lebat yang berlangsung lama dan berintensitas tinggi di kawasan selatan atau daerah hulu. Disebutkan bahwa banjir yang menggenangi jalan Arjawinangun-Gegesik telah menghambat lalu lintas kendaraan. Banyak pengendara motor yang memaksakan diri melintasi genangan air tersebut dan harus mengalami kendala, karena mesin kendaraan mereka mati di tengah jalan.

"Menurut saya, banjir ini terjadi akibat hujan deras yang berlangsung selama sehari semalam dan banjir ini juga mendapat kiriman air dari daerah hulu, serta saluran air di wilayah tersebut belum dapat berfungsi optimal, akibatnya air terus menggenangi jalan, sawah, sekolahan serta permukiman di daerah tersebut," ucapnya.

Langkah Mitigasi perlu dilakukan secara terpadu antara Pemerintah dan Masyarakat setempat, Pemerintah perlu bekerja sama dengan masyarakat terkait untuk memperbaiki sistem drainase agar aliran air tidak tersumbat saat hujan deras, Selain itu, normalisasi sungai dan pembuatan saluran air tambahan di area rawan banjir juga menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang, serta di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran besar penting dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air dan ikut serta dalam kegiatan gotong royong atau kerja bakti guna untuk membersihkan saluran air atau menormalisasi saluran air serta irigasi, karena banyaknya air yang tidak berfungsi secara optimal yaitu menjadi salah satu penyebab banjir tersebut. Kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan serta tanggap terhadap potensi bencana sangat diperlukan demi mengurangi risiko banjir berulang. Peran aktif masyarakat dalam melaporkan titik-titik rawan banjir juga membantu pemerintah dalam mengambil langkah cepat dan tepat.

Upaya kolaboratif

Keberhasilan dalam menangani dan meminimalkan dampak banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak saja. Akan tetapi diperlukan juga kolaborasi yang solid dan berkesinambungan antara berbagai elemen yaitu, seperti pemerintah, warga masyarakat, institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga media massa. Setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan sistem mitigasi yang efektif. Contohnya, lembaga pendidikan seperti SDN 1 Bayalangu Kidul yang menjadi salah satu lokasi terdampak, sebaiknya menjalin kemitraan aktif dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk menyusun prosedur tetap (protap) evakuasi ketika bencana terjadi. Hal ini dapat berupa penyediaan jalur evakuasi yang aman, simulasi penyelamatan secara berkala, hingga penyediaan fasilitas darurat seperti tempat penampungan sementara dan perlengkapan P3K di lingkungan sekolah.

Selain itu, kontribusi masyarakat dalam bentuk pelaporan kondisi lingkungan, dokumentasi banjir, serta pendataan wilayah rawan genangan sangat penting sebagai bahan evaluasi dan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Informasi lokal yang mereka miliki sering kali lebih akurat dan detail dibandingkan data umum, sehingga menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam merancang program penanggulangan bencana berbasis kebutuhan dan karakteristik wilayah.

Pemulihan pasca terjadinya banjir

Setelah air banjir surut, langkah cepat dan terkoordinasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memulihkan kondisi wilayah tersebut yang terdampak. Salah satu langkah utama yang harus segera dilakukan adalah melakukan pembersihan serta perbaikan pada fasilitas umum, seperti ruas jalan yang tergenang air, bangunan sekolah yang rusak, dan tempat tempat yang terkena dampak banjir. Upaya ini bertujuan agar aktivitas masyarakat, terutama kegiatan belajar mengajar dan aktivitas lainya, dapat kembali berjalan normal secepat mungkin. Lebih lanjut, Pemetaan ulang daerah rawan banjir sangat penting untuk memperbarui data risiko bencana. Informasi ini membantu pemerintah menyusun strategi mitigasi yang lebih tepat, menentukan prioritas pembangunan infrastruktur, menyesuaikan tata ruang, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait area berisiko dan jalur evakuasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....