Dampak dan Upaya Penanganan Banjir di Cirebon

  • 29 Apr 2025 21:50 WIB
  •  Cirebon

Ditulis oleh: Mochammad Lukman

(Mahasiswa Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan - UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon)

KBRN, Cirebon: Pada tahun 2025 Kota dan Kabupaten Cirebon kembali dilanda banjir parah akibat hujan deras yang menyebabkan meluapnya beberapa sungai utama, seperti Sungai Ciputih, Singaraja, Ciberes, dan Cipager. Peristiwa ini terjadi sejak Januari 2025 dan menyebabkan setidaknya 15 desa di tujuh kecamatan wilayah timur Cirebon terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 60 cm hingga 1,5 meter di beberapa titik.

Dampak banjir sangat luas, merendam ribuan rumah dan fasilitas umum, serta memaksa ribuan warga mengungsi. Sebanyak 4.269 rumah dan lebih dari 16.000 jiwa terdampak, termasuk ratusan kendaraan yang terseret arus banjir. Banjir juga mengancam infrastruktur seperti jembatan dan ruas jalan utama, termasuk Jalan Pantura Cirebon yang ikut terendam.

Penyebab utama banjir ini adalah curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah hulu sehingga aliran sungai tidak mampu menampung debit air, ditambah drainase yang buruk dan tertutup serta bangunan yang berdiri di sekitar sungai yang menghambat aliran air. Kondisi tata ruang dan drainase yang kurang memperhatikan aspek lingkungan juga memperparah masalah banjir di Cirebon.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polresta, dan relawan telah melakukan evakuasi warga terdampak serta mendirikan posko pengungsian dan menyalurkan bantuan logistik seperti makanan, pakaian hangat, dan selimut. Penanganan darurat terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, pemerintah merekomendasikan normalisasi sungai dan rehabilitasi lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mengurangi risiko banjir di masa depan. Selain itu, pembenahan drainase dan penataan tata ruang kota yang lebih ramah lingkungan menjadi kunci agar banjir tidak menjadi masalah rutin di Cirebon.

Dengan upaya bersama dan mitigasi yang tepat, diharapkan bencana banjir di Cirebon dapat diminimalisir dan masyarakat dapat hidup lebih aman dari ancaman banjir.

Banjir yang melanda Cirebon ini sebenarnya sudah jadi masalah yang cukup sering terjadi setiap musim hujan. Kalau dilihat dari penyebabnya, selain hujan yang memang deras dan terus-menerus, ada faktor lain yang juga penting, seperti buruknya sistem drainase dan banyaknya bangunan yang berdiri di dekat sungai. Ini membuat air jadi susah mengalir dengan lancar sehingga mudah meluap dan menyebabkan banjir.

Menurutnya, penanganan darurat yang dilakukan pemerintah dan relawan sudah cukup cepat dan membantu banyak warga yang terdampak. Tapi, yang paling penting sebenarnya adalah upaya pencegahan jangka panjang. Misalnya, normalisasi sungai supaya aliran air kembali lancar, serta penataan kota yang lebih baik agar tidak ada bangunan yang menghalangi aliran sungai.

Selain itu, masyarakat juga perlu diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan ke sungai yang bisa menyumbat aliran air. Kalau semua pihak-pemerintah dan warga-bisa bekerja sama, saya yakin banjir di Cirebon bisa diminimalisir dan tidak lagi menjadi masalah yang berulang setiap tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....