Informasi dan Pendidikan Dinilai Pengaruhi Kesejahteraan Nelayan Cirebon

  • 24 Sep 2026 14:55 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Keterbatasan informasi dan tingkat pendidikan dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah pesisir Cirebon. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat pesisir belum mengetahui secara optimal potensi pendapatan dan pengelolaan usaha di sektor kelautan.

Wakil Dekan Fakultas Teknologi Kelautan dan Perikanan (FTKP) Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Hadi Syahputra, S.Pi., M.Si., mengatakan persoalan keterbatasan informasi juga dapat ditemui pada masyarakat yang bekerja di sektor pertanian. Menurutnya, sebagian masyarakat hanya mengetahui pekerjaan yang dilakukan tanpa memperoleh informasi yang cukup mengenai harga komoditas, modal, hingga potensi penerimaan.

Menurut Hadi, kondisi serupa perlu menjadi perhatian dalam pengembangan ekonomi masyarakat pesisir Cirebon. Ia menilai keterbatasan informasi dapat membuat masyarakat menganggap pekerjaan sebagai nelayan hanya memberikan pendapatan yang kecil.

Baca juga: Potensi Maritim Cirebon Dinilai Bisa Masuk 10 Besar Nasional

Untuk menggambarkan kondisi tersebut, Hadi menceritakan pengalamannya saat menjalani praktik kerja lapangan di kawasan pesisir Belawan, Sumatera Utara, pada 2012. Saat itu, ia melihat secara langsung kehidupan nelayan dan membandingkannya dengan pengalaman masyarakat lain yang bekerja di sektor nonperikanan.

"Sejujurnya gaji nelayan, minimal Rp150 ribu yang harian, itu di luar mereka dapat jatah misalnya yang perokok dapat rokok, makan dapat nasi bungkus dan segala macam, atau ikan yang mereka tangkap mereka bakar di tengah laut," ujarnya kepada RRI, Rabu, 23 September 2026. Hadi menegaskan, angka tersebut merupakan pengalaman yang ditemuinya di Belawan dan bukan gambaran pendapatan nelayan Cirebon saat ini.

Hadi menilai persoalan kesejahteraan masyarakat pesisir tidak cukup hanya dilihat dari besaran pendapatan. Menurutnya, keterbatasan pendidikan dan informasi turut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam melihat serta mengembangkan peluang ekonomi yang tersedia.

"Jadi kalau dibilang selain informasi, tingkat pendidikan," ucapnya. Ia menjelaskan, peningkatan pendidikan penting dilakukan agar masyarakat pesisir memiliki pengetahuan yang lebih luas dalam mengembangkan pekerjaan dan mengelola potensi ekonomi.

Baca juga: Ekonomi Biru Dinilai Jadi Kunci Menghidupkan Kembali Maritim Indonesia

Hadi berharap dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan tidak berhenti pada pemberian bantuan kepada masyarakat pesisir. Penguatan pendidikan, informasi, dan kapasitas masyarakat dinilai penting agar potensi ekonomi kelautan di Cirebon dapat berkembang secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....