Sekolah Gencarkan Edukasi Kesehatan Siswa dan Orang Tua Antisipasi ISPA
- 20 Sep 2026 16:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Meningkatnya kunjungan berobat anak ke puskesmas di Kabupaten Cirebon yang didominasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) turut menjadi perhatian di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut mendorong sekolah untuk memperkuat edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.
Di SD Negeri 1 Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kepala Sekolah Trias Hardaningwulan, S.Pd., mengatakan pihaknya memang menerima laporan dari para guru mengenai sejumlah siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit. Namun, pihak sekolah belum melakukan pendataan secara khusus untuk memastikan apakah terjadi peningkatan jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan.
“Saya tidak tanya satu-satunya, tapi hanya guru lapor banyak yang tidak berangkat. Jumlahnya memang belum saya hitung secara keseluruhan,” katanya saat dihubungi RRI pada Minggu 20 September 2026.
Meski terdapat sejumlah laporan siswa yang tidak masuk karena sakit, ia menyebut kondisinya mulai membaik. Jumlah siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit disebut sudah lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
“Kalau minggu-minggu ini sudah Alhamdulillah sudah agak berkurang. Enggak seperti minggu-minggu kemarin,” ujarnya. Menurutnya, siswa yang dilaporkan sakit berasal dari berbagai jenjang kelas.
Di tengah kondisi tersebut, SDN 1 Tuk Kacamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon terus mengingatkan siswa untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Salah satu imbauan yang diberikan adalah menggunakan masker, terutama ketika kondisi kesehatan atau lingkungan membutuhkan perlindungan tambahan.
Sekolah juga mendorong siswa membawa botol minum atau tumbler dan memperbanyak konsumsi air putih. “Intinya tuh dua itu yang jelas-jelas kita efektifkan untuk pemakaian masker dan membawa tumbler,” katanya
Selain itu, siswa secara rutin diingatkan untuk menjaga kebersihan tangan, terutama sebelum makan maupun membeli jajanan di sekolah. “Cuci tangan sebelum jajan, sebelum makan. Itu selalu kita ingatkan kepada anak-anak,” katanya.
Upaya edukasi juga diperluas kepada orang tua. Sekolah memanfaatkan grup WhatsApp dan status WhatsApp para guru untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak.
“Kita sebarkan juga melalui grup-grup WA, status WA guru, semuanya, agar bisa lebih menyasar disampaikannya,” katanya.
Menurutnya edukasi kepada orang tua penting agar upaya menjaga kesehatan anak juga dapat dilakukan di luar lingkungan sekolah, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu.
“Untuk orang tua, imbauan dari sekolah itu agar anak-anak itu lebih meningkatkan menjaga kesehatannya, dengan cuaca yang tidak menentu, dengan cuaca dan iklim yang seperti ini agar lebih lagi bisa meningkatkan kesehatan,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi, sekolah juga mendapat dukungan dari puskesmas melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan di sekolah. Ia berharap kondisi kesehatan siswa terus membaik, terutama di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah.
“Semoga anak-anak sehat semua. Sehat anak-anak, dan gurunya juga sehat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....