Ider-ideran hingga Nadran di Gunung Jati Diusulkan Kembali Digelar

  • 17 Sep 2026 07:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Masyarakat Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, mengusulkan tradisi leluhur berupa sedekah bumi, ider-ideran, arak-arakan, hingga nadran kembali digelar. Tradisi tersebut dinilai menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat yang perlu dilestarikan dan dihidupkan kembali.

Juru Kunci atau Jeneng Makam Sunan Gunung Jati, Nasirudin, mengatakan usulan pelaksanaan kembali ider-ideran berasal dari sejumlah tokoh masyarakat Desa Astana. "Intinya berdasarkan masukan-masukan dari tokoh-tokoh masyarakat yang menginginkan adanya acara ider-ideran itu diadakan kembali," katanya pada Selasa, 15 September 2026.

Ia menjelaskan, rencana pelaksanaan tradisi tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sepanjang jalur arak-arakan. "Rutenya mungkin yang tadinya sampai batasan Taman Krucuk, saya akan rubah sampai batasan di Klayan atau di Pertamina saja," ujarnya.

Menurutnya, penyesuaian rute diperlukan untuk mengurangi potensi kemacetan yang dapat terjadi selama rangkaian kegiatan berlangsung. Selain rute, waktu pelaksanaan juga akan disesuaikan. Jika sebelumnya keberangkatan direncanakan pada Sabtu, pihaknya mengusulkan agar kegiatan digelar pada Minggu pagi.

"Dan harinya pun tadinya hari Sabtu keberangkatan acara, saya akan rubah menjadi hari Minggu pagi," katanya.

Ia berharap rencana menghidupkan kembali tradisi tersebut mendapat dukungan dari masyarakat Desa Astana dan wilayah sekitarnya. Ia menilai pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama agar tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan leluhur tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....