Dokter Dorong Masyarakat Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

  • 08 Sep 2026 13:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kesadaran masyarakat untuk mencegah penyakit dinilai masih perlu ditingkatkan, termasuk dengan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan pemerintah dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) sekaligus Ketua IDI Cabang Kabupaten Cirebon, Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed., MM., mengatakan pola pikir masyarakat untuk mencegah penyakit masih belum kuat. Menurutnya, masyarakat masih cenderung memeriksakan diri ketika sudah mengalami sakit.

"Sebetulnya pola seperti itu untuk di Indonesia masih cukup besar ya. Jadi masyarakat belum menyadari pentingnya mencegah daripada mengobati," ujar Dr. Catur dalam program Indonesia Sehat edisi Jumat, 4 September 2026.

Catur mengatakan, pemerintah telah memfasilitasi masyarakat melalui program CKG untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 31 Juli 2026, CKG telah menjangkau sekitar 73,8 juta penduduk Indonesia.

Angka tersebut bahkan telah melampaui total capaian CKG sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 70 juta peserta. Menurut Catur, capaian tersebut menunjukkan pemeriksaan kesehatan masyarakat telah mendapat dukungan dan fasilitasi dari negara.

Namun, ia menilai fasilitas pemeriksaan kesehatan yang tersedia belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Padahal, melalui pemeriksaan tersebut masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan yang sebelumnya tidak disadari.

Catur mencontohkan, pemeriksaan kesehatan dapat membantu masyarakat mengetahui adanya tekanan darah tinggi maupun diabetes melitus. Dengan mengetahui kondisi tersebut, masyarakat diharapkan mulai mengubah pola hidup dan lebih memperhatikan kesehatan.

"Jadi dengan data-data tersebut diharapkan masyarakat mulai merubah pola hidup, mulai merubah bahwasanya, 'Saya ini tidak baik-baik saja'," ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah kondisi kesehatan dapat berkembang tanpa disadari hingga berisiko menimbulkan kejadian serius. Salah satunya kelainan jantung yang menurutnya dapat menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami kematian mendadak.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan hanya karena merasa tidak memiliki keluhan. Pemeriksaan dan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah perlu dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pencegahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....