KPU Dorong Generasi Muda Jadi Pemilih Rasional di Era Digital

  • 16 Sep 2026 11:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat mendorong generasi muda menjadi pemilih rasional yang mampu menentukan pilihan politik berdasarkan informasi dan pertimbangan yang matang. Anggota KPU Jawa Barat, Abdullah Sapi’i mengatakan, pembentukan pemilih rasional menjadi salah satu tujuan Sekolah Demokrasi Caruban Nagari.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sekolah Demokrasi Caruban Nagari yang diselenggarakan KPU Kabupaten Cirebon, di Ruang Nyimas Gandasari Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa, 15 September 2026.

Ia menjelaskan, terdapat klasifikasi pemilih dalam teori Agens Demokrasi, yakni Hobbit, Hooligan, dan Vulkan. Menurutnya, pemilih Vulkan merupakan kelompok yang menggunakan pertimbangan rasional dalam menentukan pilihan politik.

“Jadi, dari teori tadi, kita bertujuan Cirebon Nagari ini adalah mengajak rekan-rekan semua untuk masuk pada kategori Vulkan. Pemilih Vulkan,” katanya.

Baca juga: KPU Dorong Generasi Muda Terlibat sebagai Agen Demokrasi

Menurutnya, pemilih rasional tidak menentukan pilihan hanya berdasarkan kedekatan maupun fanatisme terhadap calon tertentu. Pemilih perlu mempertimbangkan program, rekam jejak, dan kapasitas calon sebelum menentukan pilihan.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mengatakan, tantangan demokrasi semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, termasuk menghadapi hoaks, disinformasi, dan manipulasi politik.

“Karena itu, kemampuan untuk memahami, menyaring informasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang demokratis,” katanya saat membacakan sambutan Bupati Cirebon Imron.

Baca juga: Pemkab Cirebon Perkuat Pendidikan Demokrasi di Era Digital

Ia menambahkan, pendidikan demokrasi juga perlu mendorong masyarakat memahami hak dan kewajiban, menyampaikan aspirasi secara santun, serta menghargai perbedaan.

Sekolah Demokrasi Caruban Nagari diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami demokrasi secara lebih kritis sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.

Kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid, dengan pelaksanaan luring bertepatan dengan peringatan Hari Demokrasi Internasional pada 15 September.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....