KPU Dorong Generasi Muda Terlibat sebagai Agen Demokrasi

  • 16 Sep 2026 11:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Komisi Pemilihan Umum mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi ikut mengambil peran sebagai agen dan subjek dalam penyelenggaraan demokrasi. Anggota KPU Jawa Barat, Abdullah Sapi’i mengatakan, generasi muda perlu mengimplementasikan pengetahuan demokrasi melalui keterlibatan langsung dalam kepemiluan.

Hal tersebut disampaikan Anggota KPU Jawa Barat, Abdullah Sapi’i dalam kegiatan Sekolah Demokrasi Caruban Nagari yang diselenggarakan KPU Kabupaten Cirebon, di Ruang Nyimas Gandasari Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa, 15 September 2026.

“Bekal ilmu itu, kalau sudah masuk kategori Vulkan, maka harus diimplementasikan pada kategori berikutnya, yaitu sebagai subjek kepemiluan,” ujarnya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Menurutnya, generasi muda memiliki peluang untuk terlibat dalam penyelenggaraan pemilu melalui berbagai posisi sesuai ketentuan yang berlaku. Di antaranya sebagai PPK, PPS, KPPS hingga Pantarlih.

Ia menyebut, berdasarkan pembaruan Data Pemilih Berkelanjutan semester pertama, sekitar 59 persen pemilih di Jawa Barat berasal dari generasi Y dan Z. Kondisi tersebut membuat generasi muda memiliki peran penting dalam keberlangsungan demokrasi di masa mendatang.

“Artinya generasi adik-adik semua nanti yang akan terbesar menjadi pemilih ke depan,” katanya.

Baca juga: Pemkab Cirebon Perkuat Pendidikan Demokrasi di Era Digital

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati mengatakan, Sekolah Demokrasi Caruban Nagari dirancang untuk membangun ekosistem demokrasi yang kuat. Program ini berfokus mempertemukan para peserta dari berbagai latar belakang generasi dan wilayah.

“Generasi Z, generasi Alfa, bertemu menjadi satu, berakulturasi menjadi satu, sehingga membentuk sebuah ekosistem demokrasi di Kabupaten Cirebon,” katanya.

Ia menjelaskan, KPU Kabupaten Cirebon melakukan pemetaan wilayah untuk memastikan keterwakilan peserta dari kawasan timur, barat, selatan, utara, dan tengah. Peserta kegiatan kali ini berasal dari kelompok usia hingga 30 tahun.

Ia menambahkan, peserta yang lebih muda, termasuk siswa SMP berusia sekitar 14 tahun, akan mendapatkan ruang pendidikan demokrasi melalui tahapan atau program berikutnya. “Tujuannya sudah jelas. Kami ingin mencetak agen-agen demokrasi di setiap wilayah,” ujarnya.

Sekolah Demokrasi Caruban Nagari digelar secara hybrid dengan pelaksanaan hari pertama secara daring dan hari kedua secara luring. Kegiatan luring tersebut berlangsung bertepatan dengan Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap 15 September.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....