Dokter Kini Dorong Pencegahan, Bukan Sekadar Mengobati
- 08 Sep 2026 13:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Peran dokter saat ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mendorong upaya promotif dan preventif di masyarakat. Pergeseran paradigma tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar menjaga kesehatan sebelum mengalami sakit.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) sekaligus Ketua IDI Cabang Kabupaten Cirebon, Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed., MM., mengatakan dokter memiliki tanggung jawab profesi dan sosial dalam memberikan pelayanan serta edukasi kesehatan. Menurutnya, dokter juga berperan dalam mempersiapkan generasi dokter masa depan dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Catur menjelaskan, paradigma kesehatan perlu bergeser dari sekadar kuratif menuju promotif dan preventif. "Paradigma yang harus kita bangun sekarang adalah ketika saya masih sehat, apa yang harus saya lakukan agar saya tidak jatuh sakit?" ujarnya kepada RRI Jumat, 4 September 2026.
Ia menambahkan, perubahan orientasi tersebut mencakup upaya mencegah penyakit, melakukan deteksi dini, hingga mendorong masyarakat mengubah perilaku menjadi lebih sehat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang ke dokter ketika sudah mengalami gejala atau penyakit.
Pentingnya pencegahan juga terlihat dari masih tingginya kasus penyakit tidak menular yang berkembang secara perlahan dan pada tahap awal tidak selalu menimbulkan keluhan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas berdasarkan pengukuran tekanan darah mencapai 30,8 persen, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter hanya 8,6 persen.
Kesenjangan serupa juga ditemukan pada diabetes melitus atau kencing manis pada penduduk usia 15 tahun ke atas. Prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah mencapai 11,7 persen, sementara berdasarkan diagnosis dokter hanya sekitar 2,2 persen, katanya.
Menurut Catur, data tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang merasa sehat meskipun memiliki faktor risiko atau penyakit yang belum diketahui. "Merasa sehat belum tentu berarti seluruh parameter kesehatan kita normal," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....