PKK Majalengka Memperkuat Posyandu untuk Cegah Stunting

  • 02 Sep 2026 16:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka – Pertarungan meningkatkan kualitas kesehatan anak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tak cukup hanya mengandalkan fasilitas kesehatan. Tim Penggerak PKK mendorong Posyandu menjadi garda terdepan yang mampu mendeteksi sekaligus menangani persoalan imunisasi, stunting hingga gizi buruk dan gizi kurang.

Ketua Umum TP PKK Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah Suherman, meminta kader di seluruh wilayah memperkuat peran Posyandu agar tidak sekadar menjadi tempat menimbang berat badan anak. Hal tersebut disampaikan Iim saat melantik Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu dan Bunda PAUD se-Kabupaten Majalengka di Gedung Nyi Rambut Kasih, Rabu, 2 September 2026

"Penanganan kesehatan anak tidak bisa berdiri sendiri di Posyandu. Harus beririsan dengan program lainnya sehingga intervensinya lebih kuat dan menyentuh langsung keluarga," kata Iim.

Menurutnya, persoalan kesehatan anak memiliki mata rantai yang saling berkaitan. Imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, pencegahan stunting, hingga pemenuhan gizi membutuhkan keterlibatan keluarga dan lintas sektor.

Karena itu, PKK, Posyandu, Puskesmas, bidan desa, pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan masyarakat diminta membangun koordinasi yang lebih kuat. Capaian imunisasi Majalengka sebenarnya menunjukkan perkembangan positif.

Data imunisasi rutin 2025 yang tercatat hingga 20 Januari 2026 mencatat cakupan imunisasi lengkap baduta mencapai 110,6 persen, melampaui target nasional 88 persen. Open Data Jawa Barat juga mencatat 14.443 bayi di Majalengka mendapatkan imunisasi bayi lengkap pada 2025.

Namun, Iim mengingatkan capaian angka tersebut bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan. Setiap anak yang belum memperoleh layanan imunisasi harus tetap ditemukan dan dilayani.

"Jangan mengeluh. Jangan menyerah. Kita masih punya waktu untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap," katanya menegaskan.

Selain imunisasi, penguatan gizi keluarga menjadi agenda penting. Meski angka stunting Majalengka menunjukkan tren penurunan berdasarkan evaluasi terakhir, persoalan gizi buruk dan gizi kurang masih membutuhkan penanganan serius.

Iim meminta edukasi mengenai pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) diperluas hingga tingkat keluarga. Menurutnya, membangun generasi sehat tidak selalu membutuhkan bahan pangan mahal. Keluarga dapat memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

"Dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan akses, edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi," ujarnya.

Penguatan Posyandu tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem perlindungan kesehatan anak yang lebih dekat dengan keluarga. Dengan sinergi lintas sektor, PKK Majalengka menargetkan persoalan kesehatan anak tidak hanya ditangani setelah muncul, tetapi dicegah sejak dini melalui imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, edukasi keluarga dan pemenuhan gizi yang tepat.

"Bersama, kita wujudkan perlindungan kesehatan bagi setiap anak, menuju generasi Majalengka yang sehat, kuat dan berkualitas," kata Iim mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....