TP PKK Majalengka Kejar Anak Belum Lengkap Imunisasi
- 02 Sep 2026 16:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Capaian imunisasi lengkap anak bawah dua tahun (baduta) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menembus 110,6 persen pada 2025. Namun, angka tersebut tak membuat Tim Penggerak PKK Kabupaten Majalengka berpuas diri.
Ketua Umum TP PKK Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah Suheman justru meminta seluruh kader mempercepat gerakan jemput bola untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari layanan imunisasi. Pesan itu disampaikan Iim saat melantik Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD se-Kabupaten Majalengka di Gedung Nyi Rambut Kasih, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Iim, capaian 110,6 persen memang telah melampaui target nasional sebesar 88 persen. Namun, keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya angka cakupan.
"Jangan mengeluh. Jangan menyerah. Kita masih punya waktu untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap," katanya menegaskan.
Berdasarkan data yang tercatat hingga 20 Januari 2026, cakupan imunisasi lengkap baduta Majalengka pada 2025 mencapai 110,6 persen. Sementara Open Data Jawa Barat mencatat 14.443 bayi mendapatkan imunisasi bayi lengkap pada tahun yang sama.
Iim menekankan kedua angka tersebut merupakan indikator berbeda. Karena itu, capaian statistik harus tetap diikuti dengan penelusuran anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.
PKK desa, kader Posyandu, Puskesmas dan bidan desa diminta memperkuat koordinasi hingga tingkat keluarga. "Imunisasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. Kita harus terus berupaya agar cakupan imunisasi tinggi, merata dan berkelanjutan," ujarnya.
Baca juga: PKK Majalengka Memperkuat Posyandu untuk Cegah Stunting
Iim juga mengingatkan bahwa perlindungan kesehatan anak tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader PKK, lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat harus bergerak bersama.
Di sisi lain, Iim mendorong Posyandu tidak berhenti pada aktivitas penimbangan berat badan anak. Posyandu harus berkembang menjadi pusat pelayanan sekaligus edukasi kesehatan yang dekat dengan keluarga.
Upaya tersebut juga harus terintegrasi dengan penanganan stunting, gizi buruk dan gizi kurang yang masih menjadi tantangan. "Penanganan kesehatan anak tidak bisa berdiri sendiri di Posyandu. Harus beririsan dengan program lainnya sehingga intervensinya lebih kuat dan menyentuh langsung keluarga," ucapnya menjelaskan.
Edukasi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) juga dinilai penting. Pemenuhan gizi anak, kata Iim, tidak harus bergantung pada makanan mahal karena bahan pangan lokal dapat menjadi sumber nutrisi yang berkualitas.
"Bersama, kita wujudkan perlindungan kesehatan bagi setiap anak, menuju generasi Majalengka yang sehat, kuat dan berkualitas," katanya menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....