Bawa Dump Truck dan Ratusan Karung, KTH Silihwangi Bersihkan Waduk Darma
- 13 Jun 2026 13:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Sebanyak 50 anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tergabung dalam Paguyuban Silihwangi Majakuning diterjunkan untuk membantu pembersihan eceng gondok di Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, dalam kegiatan gotong royong bersama Bupati Kuningan, Sabtu 13 Juni 2026. Keterlibatan kelompok tani hutan dari desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai itu menjadi bagian dari upaya bersama mengatasi meluasnya gulma air yang menutupi sebagian perairan waduk.
Tak hanya mengerahkan personel, Paguyuban Silihwangi Majakuning juga membawa berbagai sarana pendukung berupa dua unit dump truck, satu unit kendaraan pikap, 300 karung, dan 10 garpu untuk mengangkut eceng gondok yang berhasil diangkat dari perairan Waduk Darma. Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, S.Hut., mengatakan keterlibatan pihaknya didasari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan fungsi Waduk Darma sebagai aset penting bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Ini merupakan ekosistem kita juga, lingkungan kita juga. Kami merasa terpanggil dan berkewajiban untuk menjaga lingkungan ini,” kata Nandar saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurut dia, pertumbuhan eceng gondok yang semakin masif berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap ekosistem perairan. Selain mempercepat sedimentasi waduk, keberadaan gulma air tersebut juga dapat memengaruhi kadar oksigen yang dibutuhkan biota perairan.
“Dampaknya cukup besar. Selain mempercepat sedimentasi waduk, secara ekologis eceng gondok juga memengaruhi kadar oksigen di dalam air. Itu yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Sebanyak 50 anggota yang diterjunkan berasal dari lima KTH yang mewakili 28 kelompok tani hutan yang tergabung dalam Paguyuban Silihwangi Majakuning. Kelima kelompok tersebut berasal dari Desa Cisantana, Puncak, Sagarahiang, Karangsari, dan Gunungsirah.
Berdasarkan pengamatannya di lapangan, Nandar menilai tutupan eceng gondok di Waduk Darma sudah cukup dominan sehingga membutuhkan penanganan yang dilakukan secara kolaboratif dan berkesinambungan.
“Kondisinya memang sudah cukup dominan. Mudah-mudahan dengan penanganan bersama seperti ini, eceng gondok yang menutupi perairan bisa teratasi dan diangkat sehingga fungsi waduk dapat kembali optimal,” ujarnya.
Ia berharap gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Begitu juga menjadi langkah berkelanjutan untuk menjaga Waduk Darma sebagai aset lingkungan, sumber ekonomi masyarakat, sekaligus destinasi wisata unggulan Kabupaten Kuningan.
“Ngajaga alam, miara kahirupan. Bersama menjaga Waduk Darma untuk lingkungan yang lestari dan pariwisata yang semakin maju,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....