Hari Jadi ke-528, Kuningan Dorong Kemajuan tanpa Tinggalkan Akar Budaya
- 01 Sep 2026 23:06 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Kabupaten Kuningan merayakan Hari Jadi ke-528 dengan penyelenggaraan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kuningan pada 1 September 2026.
- Bupati Dian Rachmat Yanuar memimpin tradisi naik delman bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dari Pendopo Kabupaten menuju Gedung DPRD Kuningan.
- Tradisi naik delman dalam peringatan hari jadi mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal Kuningan.
RRI.CO.ID, Kuningan — Kabupaten Kuningan memperingati Hari Jadi ke-528 melalui Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kuningan, Selasa, 1 September 2026.
Sebelum sidang, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menaiki delman dari Pendopo Kabupaten menuju Gedung DPRD Kuningan. Tradisi itu menjadi bagian dari peringatan hari jadi sekaligus simbol pelestarian budaya lokal.
Sidang dipimpin Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy. Hadir Bupati Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekretaris Daerah U. Kusmana, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan.
Nuzul mengatakan peringatan hari jadi harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Pembangunan Kuningan, menurut dia, membutuhkan sinergi pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
Bupati Dian mengatakan tema Hari Jadi ke-528, “Melesat, Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, menjadi arah pembangunan Kuningan.
Menurut Dian, Kuningan harus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan sejarah, budaya, dan nilai-nilai lokal.
“Setinggi apa pun kita terbang melesat menggapai masa depan, akar sejarah, jati diri, kearifan lokal, serta nilai-nilai agamis dan keasrian tradisi Sunda Kuningan harus tetap menancap kokoh,” kata Dian.
Dalam kesempatan itu, Dian memaparkan sejumlah program dan capaian pembangunan sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026. Pemerintah daerah menaruh perhatian pada pertumbuhan ekonomi, investasi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, UMKM, dan pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Kuningan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah warga dan putra daerah berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Penghargaan diberikan kepada atlet, pelajar, santri, desa berprestasi, serta warga dari berbagai profesi yang dinilai berkontribusi bagi daerah.
Sejumlah petani, guru ngaji, pedagang, buruh, dan marbot menerima penghargaan sebagai masyarakat Pinunjul. Pemerintah daerah juga merencanakan pemberangkatan umrah bagi marbot penerima penghargaan tersebut.
Tokoh asal Kuningan, Andi Gani Nena Wea, menerima penghargaan sebagai Tokoh Pinunjul Kabupaten Kuningan atas kontribusinya dalam pengembangan investasi dan ekonomi daerah.
Dian mengatakan penghargaan itu merupakan bentuk penghormatan kepada warga yang telah memberikan kontribusi bagi Kuningan. Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik.
Sementara itu, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksda TNI Yayan Sofiyan mendorong generasi muda Kuningan untuk mengembangkan potensi lokal dan menciptakan lapangan kerja.
Menurut dia, Kuningan memiliki potensi di sektor pertanian, hortikultura, pariwisata, serta industri produk kulit dan sepatu. Potensi tersebut perlu didukung digitalisasi, pengolahan produk, serta penguatan kemasan dan pemasaran.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan lingkungan dan tata ruang.
Ia mengatakan pembangunan jalan tidak cukup hanya dengan pengaspalan. Infrastruktur, menurut dia, harus dilengkapi drainase, penerangan jalan, kamera pengawas, dan pengelolaan kebersihan lingkungan.
Dedi juga mengingatkan agar pengembangan pariwisata tidak merusak Gunung Ciremai. “Pengembangan wisata jangan merusak Ciremai,” kata Dedi.
Ia mendorong pengembangan produk lokal seperti kopi, peuyeum, dan jeniper melalui inovasi, kemasan, dan penguatan merek.
Dedi juga menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas jalan kabupaten melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain infrastruktur, ia mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui gagasan Warung Kuningan dan pengembangan desa wisata berbasis homestay.
Dedi berharap generasi muda Kuningan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu mengembangkan potensi daerah menjadi sumber ekonomi baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....