Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Tugu Perbatasan Kuningan-Cirebon yang Kumuh

  • 01 Sep 2026 18:45 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi fokus pada peningkatan kebersihan dan estetika di wilayah perbatasan, khususnya koridor Cirebon–Kuningan.
  • Dedi Mulyadi menganggap tapal batas wilayah sebagai etalase utama yang menunjukkan wibawa dan harga diri suatu daerah.
  • Bahu jalan di kawasan perbatasan sering dibiarkan tidak terawat dengan rumput liar, ilalang, dan baligho yang merusak pemandangan visual wilayah.

RRI.CO.ID, Kuningan - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan perhatian khusus terhadap detail kebersihan dan estetika di wilayah perbatasan provinsi. Salah satu kawasan yang menjadi fokus penataan tersebut adalah koridor yang menghubungkan Cirebon dan Kuningan.

Menurut Dedi, tapal batas wilayah adalah etalase utama yang menunjukkan wibawa dan harga diri suatu daerah. Pihaknya menyoroti pemandangan bahu jalan di kawasan perbatasan yang kerap kali dibiarkan tidak terawat hingga ditumbuhi rumput liar ilalang dan baligho yang merusak pemandangan.

"Tapal batas itu etalase pertama daerah, harus ditata anggun dan berwibawa. Jangan sampai orang masuk wilayah kita malah melihat bahu jalan dipenuhi rumput liar yang dibiarkan rimbun dan kelihatan kumuh," ujar Kang Dedi Mulyadi. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sambutan Sidang Paripurna Hari Jadi ke-528 Kuningan di Gedung DPRD Kuningan, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: Dedi Mulyadi Sentil Pejabat: Mobil Dinas Baru, Jalan Rakyat Dibiarkan Rusak!

Baca juga: Hari Jadi Kuningan, Petugas Berpacu Padamkan Sisa Asap TPSA Ciniru

Dedi meminta petugas pemeliharaan jalan dan pasukan kuning aktif menyapu, membersihkan sedimen drainase, serta memangkas rumput di sepanjang bahu jalan secara berkala. Hal ini penting dilakukan agar kawasan perbatasan tetap terlihat rapi dan terawat sepanjang waktu.

Menurutnya, merawat hal-hal kecil seperti memotong rumput dan menjaga kebersihan jalan jauh lebih penting ketimbang sekadar pamer proyek fisik. Upaya ini dinilai lebih memberi dampak langsung bagi kenyamanan masyarakat dan keindahan kawasan.

Meski mendorong penataan dan perapian kawasan perbatasan agar terlihat bersih dan anggun, Dedi mengingatkan agar proses revitalisasi tersebut tidak merusak atau menggusur bangunan-bangunan berarsitektur tua yang memiliki nilai sejarah. Nilai historis kawasan harus tetap dipertahankan di tengah upaya perapian tersebut.

Baca juga: Gubernur Jabar Hadiri Sidang Paripurna Hari Jadi ke-528 Kuningan

"Tapal batas harus ditata anggun dan bersih, tapi ingat, bangunan bersejarah jangan pernah dihilangkan. Sejarah itu identitas wilayah yang harus dirawat," katanya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....