Hari Jadi Kuningan, Petugas Berpacu Padamkan Sisa Asap TPSA Ciniru

  • 31 Agt 2026 21:42 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan terus melakukan upaya intensif penanganan dan pendinginan di area TPSA Ciniru.
  • Kebakaran TPSA Ciniru yang berlokasi di Blok Bubulak Titisara, Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana pertama kali terdeteksi pada pertengahan Agustus 2026.
  • Berdasarkan laporan resmi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa kebakaran ini.

RRI.CO.ID, Kuningan - Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, UPT Damkar, TNI, POLRI, dan Dinas Lingkungan Hidup terus mengintensifkan upaya penanganan lanjutan serta pendinginan di area Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

Peristiwa kebakaran TPSA Ciniru yang terletak di Blok Bubulak Titisara, Desa Ciniru tersebut pertama kali terdeteksi pada pertengahan Agustus 2026. Berdasarkan laporan resmi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

Pihak Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan menjelaskan awal mula terdeteksinya cobaan timbulan api di kawasan penampungan sampah tersebut.

"Pada hari Rabu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WIB tercium bau asap dan terlihat api serta kepulan asap dari tumpukan sampah, setelah diperiksa ternyata berasal dari sampah terbakar dan sudah menyebar dengan cepat," tulis Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan dalam Senin 31 Agustus 2026.

Sejak hari pertama kejadian, ratusan personel gabungan diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Penanganan pemadaman turut memanfaatkan pemetaan citra udara drone thermal untuk melacak titik panas secara akurat, penyemprotan alat sprinkle tripod, penyediaan Dapur Umum Lapangan (Dumlap), serta pembentukan posko layanan kesehatan.

Selama proses penanganan, titik api berhasil dipotensiasi dan dilokalisir sehingga tidak meluas ke area perumahan maupun lahan perkebunan milik warga di sekitar lokasi TPSA.

Meskipun penanganan pemadaman utama dinyatakan telah meredam kobaran besar, operasi penyiraman dan pendinginan lanjutan masih intensif digelar hingga akhir Agustus 2026. Hal ini disebabkan masih ditemukannya beberapa kepulan asap tipis dan potensi kemunculan titik api kecil akibat faktor cuaca berangin.

Mengenai langkah penanganan lanjutan hingga pekan ini, Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan memaparkan fokus kegiatan petugas di lapangan.

"Monitoring dan penanganan lanjutan pendinginan serta pemadaman api dilakukan oleh BPBD Kuningan, UPT Damkar dan UPT TPSA Ciniru Jalaksana mulai pukul 09.00 WIB di beberapa titik yang terdapat kepulan asap dan ada juga beberapa yang muncul kembali titik api," jelas Indra Bayu Permana, Senin 31 Agustus 2026.

Petugas memastikan pemantauan kawasan TPSA Ciniru akan terus dilakukan secara konsisten guna mencegah potensi timbulnya titik kebakaran baru.

"Selanjutnya, akan terus dilakukan monitoring secara berkala untuk memastikan kondisi TPSA tetap aman serta pendinginan dan pemadaman apabila dianggap perlu sampai tidak terdapat kepulan asap tebal dan titik api maupun potensi munculnya kembali kebakaran," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....