KPU Kabupaten Cirebon Perkuat Literasi Demokrasi Atasi Sikap Apatis
- 01 Sep 2026 13:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Sikap apatis masyarakat terhadap demokrasi menjadi salah satu perhatian KPU Kabupaten Cirebon menyusul rendahnya tingkat partisipasi pada Pilkada 2024 yang hanya mencapai 59,49 persen. Kondisi tersebut mendorong KPU memperkuat edukasi dan literasi demokrasi melalui Sekolah Demokrasi Caruban Nagari agar masyarakat tidak acuh terhadap proses demokrasi dan mampu menggunakan hak politiknya secara bertanggung jawab.
Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, mengatakan demokrasi merupakan tanggung jawab bersama karena sistem pemerintahan Indonesia menempatkan kedaulatan di tangan rakyat dan pemilu menjadi salah satu sarana untuk menyalurkan kedaulatan tersebut. “Demokrasi ini tanggung jawab kita semua, karena dalam konteks kita, sistem pemerintahan Indonesia itu demokrasi,” kata Esya dalam Dialog Cirebon Menyapa, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Esya, masyarakat perlu memiliki kecerdasan dan pengetahuan yang memadai agar dapat menentukan pilihan secara sadar dalam pemilu, sehingga sikap tidak peduli terhadap demokrasi perlu diatasi melalui pendidikan yang dilakukan secara berkelanjutan. KPU Kabupaten Cirebon menilai literasi demokrasi menjadi salah satu ikhtiar untuk mendorong masyarakat memahami nilai dan tanggung jawab yang melekat pada hak pilih.
Esya mengatakan kedaulatan rakyat perlu disalurkan melalui pemilu dengan memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk menggunakan hak pilihnya secara setara. “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan sarananya itu adalah pemilu,” ujar Esya.
Melalui Sekolah Demokrasi Caruban Nagari, KPU Kabupaten Cirebon memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai demokrasi dan kepemiluan. Edukasi tersebut diharapkan membuat nilai one man, one vote, and one value dapat digunakan masyarakat untuk menentukan pilihan kepada pihak yang dinilai mampu menjaga amanah.
Upaya meningkatkan partisipasi juga tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan pemilu, tetapi pada pembentukan budaya demokrasi yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat. KPU berharap masyarakat tidak berhenti belajar dan berliterasi mengenai demokrasi serta pemilu agar tidak bersikap acuh terhadap proses politik.
KPU Kabupaten Cirebon juga menyiapkan Sekolah Demokrasi Caruban Nagari sebagai ruang pembelajaran yang dapat membentuk agen-agen demokrasi di lingkungan masing-masing. Agen tersebut diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat sehingga literasi demokrasi tidak hanya berhenti pada peserta kegiatan.
Program Sekolah Demokrasi Caruban Nagari dijadwalkan berlangsung pada 14–15 September 2026 dan menjadi bagian dari ikhtiar KPU Kabupaten Cirebon membangun masyarakat yang lebih aktif dan kritis dalam kehidupan demokrasi. Persiapan kegiatan dilakukan melalui penguatan publikasi, konten media sosial, podcast, registrasi, dan dokumentasi agar pesan pendidikan demokrasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....