Sekda Jabar Dorong BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa
- 31 Agt 2026 19:15 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menekankan pentingnya BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa di Jawa Barat.
- Penguatan BUMDes memerlukan peningkatan profesionalisme pengurus, tata kelola usaha, produksi, dan strategi pemasaran yang lebih baik.
- BUMDes Festival Jabar 2026 di Waduk Darma menampilkan berbagai produk usaha desa dari seluruh wilayah Jawa Barat dengan partisipasi lintas daerah.
RRI.CO.ID, Kuningan - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi motor penggerak ekonomi desa. Menurutnya, penguatan BUMDes perlu dilakukan melalui peningkatan profesionalisme pengurus, tata kelola usaha, produksi, hingga pemasaran.
Dorongan tersebut disampaikan Herman saat menghadiri BUMDes Festival Jabar 2026 di kawasan objek wisata Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Minggu, 30 Agustus 2026. Festival tersebut diikuti BUMDes dari berbagai daerah di Jawa Barat dan menampilkan beragam produk usaha desa.
Herman menilai keberadaan BUMDes memiliki peran strategis dalam mendorong produktivitas dan perekonomian masyarakat desa. Karena itu, kegiatan festival tidak cukup hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi harus diikuti dengan penguatan tata kelola dan keberlanjutan usaha.
"Pastikan seluruh pengurus BUMDes profesional dan tata kelolanya baik. Tentu bisa sinergi juga dengan BUMD dan BUMD harus maju bersama BUMDes, jangan sendiri-sendiri," kata Herman.
Ia juga menyoroti pengelolaan objek wisata Waduk Darma yang dinilai masih belum optimal. Herman mendorong agar potensi wisata tersebut dikembangkan secara lebih serius sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
"Bagaimana Waduk Darma bisa menjadi wisata andalan tanpa dikelola dengan baik? Kami memandang hari ini masih biasa saja," ujarnya.
Optimalisasi Waduk Darma menurut Herman berpotensi membuka peluang kontribusi ekonomi bagi PT Jaswita Jabar dan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Selain itu, dampaknya juga menyasar BUMDes serta sembilan desa di sekitar kawasan waduk tersebut.
"Harusnya keuntungan dari pengelolaan wisata ini optimal sehingga memberikan kontribusi ke Jaswita, Pemkab, BUMDes, dan sembilan desa sekitarnya. Karena itu akan kita dorong terus dan BUMDes harus jadi motor penggeraknya," katanya.
Selain pameran produk BUMDes, festival tersebut juga diisi jalan santai Jabar Slow Emotion, talkshow, serta atraksi kuliner Ngecrok Tutut Sajedingna. Kegiatan kuliner itu diikuti Herman, Bupati Kuningan, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan ratusan masyarakat.
Herman turut mengajak masyarakat mengonsumsi tutut yang dinilai memiliki kandungan protein hewani, kalsium, dan zat besi.
"Jangan main-main dengan tutut kalau kita ingin menghasilkan generasi handal, unggul dan berkualitas. Salah satunya harus cukup asupan protein hewani dan itu ada di tutut, termasuk tutut juga mengandung kalsium dan zat besi," ujarnya.
Ia menyebut produksi tutut dari kawasan Waduk Darma mencapai sekitar empat kuintal per hari. Potensi tersebut, menurut Herman, dapat dikembangkan tidak hanya sebagai pangan masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas ekonomi desa.
"Luangkan waktu untuk mengonsumsi tutut karena punya kandungan gizi luar biasa. Di Jawa Barat tutut mudah ditemui karena sudah jadi makanan sederhana khas orang Sunda," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....