Keraton Kanoman Siapkan Sajian Tradisi jelang Puncak Maulid Nabi
- 26 Agt 2026 15:24 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Keraton Kanoman Cirebon terus mempersiapkan berbagai rangkaian tradisi menjelang puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Persiapan dilakukan dengan menyiapkan sejumlah sajian, bunga, buah, serta perlengkapan tradisi yang akan digunakan dalam prosesi Pelal.
Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina, mengatakan persiapan dilakukan secara bertahap oleh para ratu di lingkungan keraton. Sajian yang dipersiapkan di antaranya bunga wangi, rangkaian bunga, buah, serta nasi jimat yang menjadi bagian dari tradisi Maulid Nabi.
“Pagi ini mungkin kami ada mletek ataupun ngisir untuk mempersiapkan sajian bunga, bunga wangi, rangkaian bunga, kemudian ada sajian buah dan nasi jimat, salah satunya bekasem ulam kalau di Keraton Kanoman,” ujarnya kepada RRI Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Ratu Raja Arimbi, tradisi kuliner dalam rangkaian Maulid Nabi juga menjadi bagian yang terus dipertahankan Keraton Kanoman. Salah satunya bekasem ikan yang menggunakan ikan laut karena berkaitan dengan sejarah Keraton Kanoman yang berada di kawasan pesisir.
Ia menyebutkan, kuliner tradisional tersebut kini semakin sulit ditemukan sehingga banyak dinantikan oleh masyarakat maupun penikmat kuliner dari berbagai daerah. Momentum Maulid Nabi menjadi salah satu kesempatan masyarakat untuk menikmati sajian yang jarang tersedia di pasaran.
“Memang penikmat kuliner khususnya menunggu kuliner-kuliner yang jarang ataupun tidak ada sama sekali di pasaran, sehingga menunggu momen-momen tertentu dan banyak dari beberapa daerah yang hadir untuk menikmati kuliner itu,” katanya.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi di Keraton Kanoman dipersiapkan selama 40 hari dengan berbagai kegiatan dan perlengkapan tradisi. Sejumlah bahan makanan juga dipersiapkan melalui proses penyimpanan maupun fermentasi, seperti bekasem ikan dan bekasem pentil.
Selain persiapan sajian, keluarga Keraton Kanoman juga menjalankan tirakat ngalu sebagai bagian dari persiapan spiritual. Dalam laku tersebut, keluarga keraton tidak mengonsumsi bahan pokok maupun makanan yang berasal dari makhluk bernyawa.
Ratu Raja Arimbi menjelaskan tirakat tersebut dilakukan sebagai ikhtiar untuk membantu masyarakat yang datang dengan harapan memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW. Doa dan laku tirakat menjadi bagian yang tetap dijaga dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi di Keraton Kanoman.
Berbagai perlengkapan tradisi juga dipersiapkan oleh para ratu, mulai dari boreh, minyak, abu gosok, garam hingga lilin. Seluruh perlengkapan tersebut nantinya digunakan dalam rangkaian kegiatan hingga Pelal sebagai puncak peringatan Maulid Nabi di Keraton Kanoman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....