Lomba Tumpeng DWP Kota Cirebon, jelang Hari Kemerdekaan
- 14 Agt 2026 18:14 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Nasi tumpeng adalah sajian kuliner tradisional khas Indonesia terutama masyarakat Jawa, Sunda, dan Bali berupa nasi berbentuk kerucut yang disajikan di atas tampah bersalaskan daun pisang, lengkap dengan aneka lauk-pauk di sekelilingnya. Disadari atau tidak keberadaan nasi kuning tumpeng hampir tidak pernah absen menjadi tradisi sekaligus agenda lomba utama saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ada beberapa alasan kuat mengapa menu tradisional ini selalu dipilih salah satunya adalah bahwa tumpeng secara historis merupakan hidangan syukuran (slametan). Dalam konteks HUT RI, tumpeng dihadirkan sebagai wujud rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kemerdekaan dan kebebasan bangsa Indonesia dari penjajahan.
Warna kuning pada nasi melambangkan keagungan, kejayaan, dan kemakmuran. Terlepas dari filosofi mendalam tentang nasi kuning tumpeng, menjelang peringatan HUT RI ke-80 tahun 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Daerah Kota Cirebon juga turut menggelar beragam tradisi lomba 17an.
Salah satunya adalah lomba nasi kuning tumpeng, yang digelar di Gedung Sekretariat DWP, jalan Siliwangi Kota Cirebon. Dengan mengusung tema "Dengan Semangat Kemerdekaan Kita Tingkatkan Kreativitas dan kebersamaan, tentunya acara tersebut sebagai wadah untuk memperkuat kebersamaan, kreativitas dan solid.
Hal tersebut juga disampaikan Istri Wali Kota Cirebon Noviyanti Edo, S.E, yang sekaligus juga sebagai Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Daerah Kota Cirebon.
“Dalam memeriahkan Kemerdekaan RI yang ke-81, mudah-mudahan ibu-ibu disini, menjadikan awal kita, awal kebersamaan kita. Kita selalu solid,selalu bersama, selalu guyub,” ujar Noviyanti Edo disaat menyampaikan sambutannya, selaku Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Jumat (14/08/26) pagi.
Sementara itu dalam sambutan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Daerah Kota Cirebon dr. Walyanah, M.H. juga mengatakan bahwa kegiatan seperi lomba nasi kuning tumpeng, sangat di respon luarbiasa oleh semua anggota DWP.
“Alhamdullilah pada semangat, saya minta 7 orang 2 tumpeng, 5 lomba estafet, ternyata banyak yang datang,” ujar dr. Walyanah, M.H. saat menyampaikan sambutannya di area parker gedung sekretariat DWP, jalan Siliwangi Kota Cirebon, Jumat (14/08/26) pagi.
Lebih Lanjut, dr. Walyanah, M.H. juga menyampaikan bahwa lomba ini juga sudah disiapkan hadiah menarik untuk setiap pesertanya.
“ Lomba tumpeng ini didalam, diisolasi karena nanti akan dinilai dari kreatifitas dan sebagainya, kemudian nanti hadiahnya , Alhamdullilah tidak banyak tapi bisa untuk kebutuhan satu bulan. Semoga acara ini dapat dinikmati oleh kita semua dan terimakasih untuk pastisipasinya juga,” lanjutnya.
Pada lomba khusus kategori nasi kuning tumpeng tersebut, peserta wajib mengikuti aturan yang dibuat oleh panitia, meliputi:
Peserta wajib membuat tumpeng mini dengan porsi untuk 5 orang.
Alas yang digunakan berupa tampah kecil yang belum dihias dengan diameter 40 cm.
Nasi yang digunakan adalah nasi kuning dengan kreasi bertema Kemerdekaan Republik Indonesia.
Seluruh bahan makanan dan garnish dipersiapkan dari rumah dalam kondisi sudah matang, sehingga di lokasi hanya dilakukana proses penataan.
Begitu ketatnya ketentuan lomba, sepertinya bagi peserta perwakilan dari DW Setda Kota Cirebon yakni Ibu Riegta Adam Wallesa dan Ibu Shinta Imbang Isnaeni, yang tidak merasa kesulitan dengan ketentuan tersebut. Bagi mereka lomba ini tentunya sangat mengedukasi dan menilai bahwa lomba tumpeng menuntut paduan antara rasa masakan yang lezat dan tampilan visual yang menarik.
“ Ya buat kami sebagai perwakilan DW Setda Kota Cirebon, kami merasa seperti ditantang untuk berkreasi merias tumpeng sesuai tema kemerdekaan, sehingga menjadi ajang unjuk kreativitas yang seru dan menghibur. Kalau bicara menang kalah itu nomor sekian tapi, ajang ini tetap buat kami berdua menjadi kebanggaan tersendiri, karena dipertemukan dengan peserta ibu-ibu yang juga sangat luar biasa dalam membuat garnish ataupun property unik tema kemerdekaan tentunya, ya,” ujar Riegta Adam Wallesa dan Shinta Imbang Isnaeni kepada RRI disela-sela lomba Jumat (14/08/26) pagi.
Hubungan antara Nasi Tumpeng dan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) nyatanya sangat erat dan tidak terpisahkan dalam tradisi masyarakat Indonesia. Tumpeng dijadikan hidangan simbolis rasa syukur seluruh rakyat Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kemerdekaan, kedamaian, dan lepasnya bangsa dari belenggu penjajahan.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Mari terus merawat persatuan, memperkuat karya, dan melangkah mantap menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (DP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....