Tradisi Maulid Nabi Keraton Cirebon Menyesuaikan Kondisi Zaman

  • 25 Agt 2026 21:23 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan tradisi Maulid Nabi di keraton-keraton Cirebon mengalami penyesuaian mengikuti situasi dan kondisi masyarakat dari masa ke masa. Meski demikian, rangkaian peringatan tetap dipertahankan sebagai bagian dari tradisi dan nilai keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Pegiat Budaya Cirebon sekaligus Wargi Kesultanan Cirebon, Drs. R. Chaidir Susilaningrat, mengatakan perubahan pelaksanaan tradisi Maulid Nabi dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi pada setiap periode. Salah satunya ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020 hingga 2021.

Menurutnya, kondisi pandemi membuat aktivitas masyarakat di lingkungan keraton menjadi terbatas sehingga tidak ada keramaian seperti pelaksanaan Maulid Nabi pada kondisi normal. Meski demikian, peringatan Maulid Nabi tetap dilaksanakan dengan jumlah peserta yang lebih sedikit dan prosesi yang lebih sederhana.

“Upacara Panjang Jimat ini pernah dirasakan sepi, tidak ada masyarakat yang berkumpul ketika kita menghadapi pandemi Covid tahun 2020-2021. Ada sekitar tiga tahun tidak ada keramaian di keraton, upacara Panjang Jimatnya juga dibuat sangat sederhana, Maulidnya tetap dilakukan peringatannya, tapi terbatas jumlah orangnya,” ujar Chaidir kepada RRI Selasa, 25 Agusuts 2026.

Chaidir menjelaskan, penyesuaian serupa juga pernah terjadi pada masa peperangan, termasuk ketika Indonesia berada dalam masa perjuangan kemerdekaan. Berdasarkan catatan sejarah, peringatan Maulid Nabi pada 1944 hingga 1945 atau masa pendudukan Jepang tetap dilaksanakan meski dalam kondisi terbatas.

Ia menyebut, keterbatasan tersebut tidak membuat peringatan Maulid Nabi dihentikan sepenuhnya oleh masyarakat. Pembacaan kitab Barzanji, doa-doa, serta penyampaian riwayat kehidupan Nabi Muhammad SAW tetap dilakukan sebagai bagian dari peringatan.

“Dihilangkan sama sekali tidak, tetap dilaksanakan, tetap membaca kitab Barzanji, membaca doa-doa dan menyampaikan risalah tentang riwayat Nabi besar Muhammad SAW,” ucapnya.

Menurut Chaidir, kondisi masyarakat saat ini juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan tradisi Maulid Nabi, terutama di tengah berbagai persoalan ekonomi seperti pemutusan hubungan kerja dan kenaikan harga kebutuhan. Namun, persiapan menyambut Maulid Nabi di Keraton Kesepuhan dan keraton lainnya di Cirebon tetap berlangsung.

Ia menilai, hal tersebut menunjukkan tradisi Maulid Nabi masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat Cirebon. Penyesuaian terhadap kondisi zaman tidak menghilangkan substansi peringatan, sehingga tradisi tersebut tetap dapat dilaksanakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....