Pengurus KORMI Kota Cirebon Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

  • 23 Agt 2026 16:48 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID., Cirebon – Kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Cirebon periode 2026-2031 resmi dilantik oleh Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, Minggu 23 Agustus 2026. Dedi Kenedi dipercaya memimpin KORMI Kota Cirebon untuk lima tahun ke depan.

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pengurus KORMI Kota Cirebon serta perwakilan seluruh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang berada di bawah naungan KORMI Kota Cirebon. Momentum tersebut sekaligus menjadi awal kepengurusan baru dalam memperkuat pengembangan olahraga masyarakat di Kota Cirebon.

Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, berharap kepengurusan baru KORMI Kota Cirebon mampu mengembangkan olahraga masyarakat agar semakin maju dan diminati masyarakat. Menurutnya, olahraga rekreasi masyarakat dan olahraga tradisional memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Kami titip olahraga rekreasi masyarakat, olahraga tradisional dan olahraga lainnya yang ada di KORMI Kota Cirebon. Kembangkan dengan baik, harus bisa berprestasi dan terus maju,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KORMI Kota Cirebon periode 2026-2031, Dedi Kenedi, menegaskan pentingnya kekompakan seluruh pengurus dan Inorga dalam menjalankan program organisasi. Menurutnya, KORMI tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak aktivitas fisik masyarakat.

“Kita harus kompak bergerak dalam seluruh kegiatan KORMI Kota Cirebon. Yang terpenting adalah kita bersama-sama memajukan olahraga masyarakat,” katanya.

Ia mengungkapkan, KORMI Kota Cirebon telah menyiapkan sejumlah agenda olahraga masyarakat. Salah satu agenda besar yang akan digelar yakni Festival Olahraga Masyarakat Kota Cirebon yang ditargetkan melibatkan seluruh Inorga di Kota Cirebon.

Menurutnya, festival tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi KORMI sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Ia menyebut kegiatan tersebut dapat menjadi tonggak baru bagi perkembangan KORMI Kota Cirebon.

“Ini adalah kegiatan yang sangat besar dan akan diikuti seluruh Inorga di Kota Cirebon. Mudah-mudahan menjadi tonggak dan harapan besar bagi KORMI Kota Cirebon ke depan,” ucapnya.

Selain pengembangan olahraga masyarakat, Dedi menilai aktivitas fisik juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat secara preventif. Semakin aktif masyarakat bergerak dan berolahraga, diharapkan semakin rendah risiko berbagai penyakit.

Karena itu, KORMI Kota Cirebon berencana membuka komunikasi dengan BPJS untuk menjajaki kemungkinan dukungan terhadap program olahraga masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat olahraga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.

“Kita ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui olahraga terbuka. Kalau masyarakat aktif bergerak, mudah-mudahan penyakit bisa jauh,” katanya.

Ia menyebut KORMI Kota Cirebon saat ini menaungi sekitar 39 Inorga. Namun, dari jumlah tersebut baru 29 Inorga yang tercatat secara resmi. Jenis olahraga yang tergabung juga cukup beragam, mulai dari olahraga tradisional, komunitas sepeda, olahraga rekreasi hingga komunitas olahraga khusus seperti Muslimah Swimming Squad (MSS).

“Kita ada sekitar 39 Inorga, tetapi yang tercatat baru 29. KORMI sangat terbuka dan tetap bersifat mandiri bagi seluruh Inorga,” ujarnya.

Ia berharap seluruh Inorga dapat terus berkembang dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program KORMI Kota Cirebon. Di sisi lain, ia mengakui penguatan organisasi tetap membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya dalam pengembangan program dan pembiayaan kegiatan.

Pihaknya berharap sinergi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon dapat terus ditingkatkan. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas olahraga dinilai penting untuk memastikan berbagai program KORMI dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kita tetap menunggu arahan dari Pak Denda dan Pak Kadispora. Mudah-mudahan dukungan pemerintah dapat membuat program KORMI semakin berkembang,” katanya.

Kepala Dispora Kota Cirebon, Andi Wibowo, mengapresiasi keberadaan KORMI dan kontribusinya terhadap prestasi olahraga masyarakat di Kota Cirebon. Menurutnya, kontribusi tersebut terlihat dalam ajang Korsenitas atau Pekan Olahraga Seni Perbatasan 2026 yang melibatkan sejumlah daerah di kawasan perbatasan.

Dalam ajang tersebut, Kota Cirebon berhasil menjadi juara umum dengan raihan 17 medali emas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 medali emas disumbangkan atlet dan pegiat olahraga yang berasal dari KORMI.

“Alhamdulillah, Kota Cirebon menjadi juara umum. Dari total 17 emas yang diperoleh Kota Cirebon, 12 medali emas berasal dari teman-teman KORMI,” katanya.

Sejumlah cabang olahraga masyarakat seperti Kagongan, Sambitan, dan Jemparingan turut menjadi bagian dari perolehan medali tersebut. Capaian itu menunjukkan bahwa olahraga masyarakat memiliki potensi besar dalam memperkuat prestasi olahraga daerah.

Ia menilai KORMI tidak lagi sekadar menjadi wadah aktivitas rekreasi, tetapi juga dapat menjadi salah satu sumber kekuatan olahraga prestasi berbasis komunitas. Karena itu, pembinaan terhadap Inorga dan perluasan partisipasi masyarakat perlu terus diperkuat.

Dispora Kota Cirebon memastikan akan terus berkolaborasi dengan KORMI, termasuk dalam penyusunan program kegiatan untuk 2027. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap program yang dinilai mampu meningkatkan aktivitas dan prestasi olahraga masyarakat.

“Jangan patah semangat. Insya Allah kami selalu mendukung. Tahun 2027 kita sama-sama menyusun perencanaan program kegiatan dan akan kita support serta kolaborasikan,” ujarnya.

Keberhasilan KORMI pada ajang Korsenitas menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan komunitas olahraga dapat menghasilkan capaian konkret. Ke depan, penguatan pembinaan Inorga, perluasan partisipasi masyarakat, serta peningkatan prestasi olahraga masyarakat diharapkan menjadi fokus utama KORMI Kota Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....