Ketahanan Ideologi Warga Cirebon Dihadapkan Tantangan Hoaks dan Intoleransi

  • 02 Okt 2026 15:28 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Ketahanan ideologi masyarakat Kota Cirebon dinilai cukup baik di tengah keberagaman agama, budaya, dan suku yang hidup berdampingan. Namun, perkembangan era globalisasi menghadirkan sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi bersama, terutama dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cirebon, Eli Haryati, S.Sos., M.Si., mengatakan keberagaman masyarakat selama ini relatif terjaga secara harmonis. Menurutnya, kondisi tersebut perlu terus dipertahankan karena tantangan terhadap ketahanan ideologi akan terus berkembang.

“Ketahanan di Kota Cirebon secara umum itu cukup baik, tapi memang tantangan selalu ada. Masyarakat Kota Cirebon sangat beragam, baik dari agama, budaya, maupun suku, dan keberagaman ini selama ini relatif harmonis,” ujarnya kepada RRI Rabu, 30 September 2026.

Eli menyebut perkembangan media sosial dan derasnya arus informasi menjadi salah satu tantangan dalam menjaga ketahanan ideologi masyarakat. Kemampuan masyarakat dalam menyeleksi informasi diperlukan agar informasi yang diterima tidak berkembang menjadi berita bohong atau hoaks.

Selain persoalan informasi, tantangan lainnya berkaitan dengan intoleransi dan mulai berkurangnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar perbedaan tidak berkembang menjadi potensi konflik.

Eli menilai momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut tidak hanya perlu dipahami, tetapi juga diwujudkan melalui sikap toleransi, saling menghormati, dan komunikasi yang baik ketika menghadapi perbedaan.

“Perbedaan-perbedaan dan hal-hal yang menimbulkan potensi konflik bisa diredam dan dicari solusinya, kemudian toleransi, saling menghormati, dan menyelesaikan perbedaan dengan komunikasi yang baik menjadi strategi dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Menurut Eli, keberagaman masyarakat Kota Cirebon perlu ditempatkan sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan. Upaya tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar perbedaan tetap berfungsi sebagai perekat persatuan dan tidak berubah menjadi sumber perpecahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....