Pemkab Majalengka Buka Jalan Pencari Kerja Langsung Masuk Industri

  • 07 Sep 2026 20:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Pemerintah Kabupaten Majalengka, membuka jalur lebih lebar bagi pencari kerja untuk masuk dunia industri dengan mengubah pola pelatihan kerja menjadi berbasis penempatan. Skema ini memberi peserta bukan hanya keterampilan, tetapi juga akses seleksi dan peluang bekerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Majalengka menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini berada di angka 3,62 persen, dengan target ditekan hingga mendekati 3,5 persen pada 2026. Kepala DK2UKM Kabupaten Majalengka, H. Solehudin, mengatakan pemerintah ingin menghilangkan pola pelatihan yang hanya berakhir pada sertifikat tanpa kejelasan akses kerja.

"Kita ingin setiap pelatihan itu sudah jelas penempatannya. Jadi mereka tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi setelah tamat sudah bisa mengikuti seleksi dan ditampung perusahaan yang memang sudah MoU dengan kita," ujar Solehudin, Senin, 7 September 2026.

Baca juga: Pemkab Majalengka Targetkan Angka Pengangguran Turun ke 3,5 Persen

Program tersebut diwujudkan melalui Beasiswa Vokasi 2026 hasil kolaborasi DK2UKM dengan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Majalengka. Sebanyak 120 pencari kerja mengikuti pelatihan di BLK Cakra Ningrat dalam dua tahap.

Mereka juga mendapat peluang penempatan melalui kerja sama dengan PT Harapan Global Apparel dan Glory Star Wisesa. Bagi pencari kerja, pola ini memberikan manfaat lebih konkret karena pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta dapat mengikuti proses seleksi untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan mitra. Solehudin mengatakan skema tersebut sekaligus menjadi strategi mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menekan TPT Majalengka.

"Dengan semakin banyak pelatihan dan penempatan, insyaallah TPT bisa terus turun. Syukur-syukur kita bisa melewati target 3,5 persen," katanya.

Akses pelatihan dan penempatan juga terus diperluas melalui program MATAHATI. Sepanjang 2025, sebanyak 5.305 orang telah mengikuti pelatihan dan penempatan kerja.

Hingga Agustus 2026, jumlah peserta telah mencapai lebih dari 4.700 orang. Pemkab Majalengka menargetkan capaian tersebut melampaui realisasi tahun sebelumnya.

DK2UKM juga membidik kerja sama baru dengan Balai Vokasi dan UPT Kementerian Ketenagakerjaan serta berbagai perusahaan untuk memperluas pilihan pelatihan dan lapangan kerja bagi masyarakat. Menurut Solehudin, semakin luas jejaring kerja sama, semakin besar pula peluang pencari kerja Majalengka memperoleh keterampilan yang dibutuhkan industri dan masuk ke pasar kerja.

"Dengan keterbatasan anggaran daerah, kita harus mencari terobosan melalui kerja sama. Kuncinya bagaimana kita berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....