Pemkab Majalengka Targetkan Angka Pengangguran Turun ke 3,5 Persen
- 07 Sep 2026 19:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 3,62 persen belum membuat Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, berpuas diri. Pemkab membidik TPT turun hingga 3,5 persen pada 2026 dengan memperluas pelatihan keterampilan yang langsung diarahkan ke penempatan kerja.
Kepala DK2UKM Kabupaten Majalengka, H. Solehudin, mengatakan strategi tersebut dirancang agar program pelatihan tidak berhenti pada sertifikat, tetapi menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar terserap perusahaan. "Dengan semakin banyak pelatihan dan penempatan, insyaallah TPT bisa terus turun. Syukur-syukur kita bisa melewati target 3,5 persen," ujar Solehudin, Senin, 7 September 2026.
Salah satu langkahnya melalui Beasiswa Vokasi 2026, hasil kolaborasi DK2UKM dengan BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Majalengka. Sebanyak 120 warga mengikuti pelatihan di BLK Cakra Ningrat dalam dua tahap.
Program tersebut diperkuat MoU dengan PT Harapan Global Apparel dan Glory Star Wisesa sebagai mitra penempatan. Peserta yang menyelesaikan pelatihan diarahkan mengikuti seleksi untuk kemudian diserap perusahaan.
Solehudin menegaskan pola pelatihan berbasis penempatan menjadi kunci mempercepat penurunan pengangguran. Pemkab juga terus memperluas kerja sama dengan dunia usaha serta Balai Vokasi dan UPT Kementerian Ketenagakerjaan.
"Jadi mereka tidak hanya pelatihan, tetapi penempatannya juga jelas. Setelah tamat, mereka bisa mengikuti seleksi dan ditampung perusahaan yang sudah MoU dengan kita," katanya.
Upaya tersebut ditopang program MATAHATI. Sepanjang 2025, sebanyak 5.305 orang telah mengikuti pelatihan dan penempatan. Hingga Agustus 2026, jumlahnya telah menembus lebih dari 4.700 orang.
Pemkab Majalengka menargetkan capaian 2026 melampaui realisasi tahun sebelumnya. Penurunan TPT diharapkan turut berdampak pada pengurangan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.
"Kuncinya adalah kolaborasi dan sinergi dengan berbagai jejaring. Dengan keterbatasan anggaran daerah, kita harus mencari terobosan melalui kerja sama," ujar Solehudin menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....