HUT ke-81 RI, Bupati Majalengka Ungkap Capaian Pembangunan di Berbagai Sektor

  • 17 Agt 2026 12:04 WIB
  •  Cirebon

RRI CO.ID, Majalengka - Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memanfaatkan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk menyapa masyarakat secara langsung. Melalui kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan berbagai capaian dan perkembangan pembangunan wilayah kepada publik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, saat bertindak sebagai inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Majalengka. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapang Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka pada Senin, 17 Agustus 2026.

Upacara tersebut berlangsung secara khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pemerintah daerah, serta unsur TNI-Polri. Kehadiran para ASN, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, Pramuka, dan berbagai elemen masyarakat turut menyemarakkan jalannya kegiatan.

Bupati Eman menegaskan kemerdekaan tidak semestinya dimaknai sebatas seremoni tahunan. Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi kerja nyata melalui pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Di hadapan peserta upacara, Eman memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Majalengka yang menunjukkan perkembangan di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat Majalengka meningkat dari 7,53 tahun pada 2024 menjadi 7,81 tahun pada 2025.

Pemkab Majalengka juga terus menjalankan program Satu Desa Satu Sarjana. Pada 2025, sebanyak 70 kuota telah disalurkan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 100 kuota pada 2026 melalui kerja sama dengan Universitas Teknologi Bandung.

Program tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan tinggi, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program kerja di Jepang. Pembangunan sarana pendidikan turut diperkuat.

Melalui APBN, pembangunan infrastruktur pendidikan mencakup 40 SD, 25 SMP, dan 66 PAUD. Sementara melalui APBD, pemerintah daerah merehabilitasi 18 SD dan lima SMP.

Di sektor kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Majalengka juga mengalami peningkatan. Angkanya naik dari 74,98 tahun pada 2024 menjadi 75,32 tahun pada 2026.

Menurut Eman, peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Majalengka. Pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap kualitas hunian masyarakat melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Sepanjang 2026, bantuan Rutilahu mencapai 4.122 unit. Rinciannya, sebanyak 2.122 unit melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PKP, 1.715 unit melalui Bantuan Keuangan Kabupaten (BKK), 250 unit melalui program CSR, dan 35 unit melalui Dana Alokasi Umum (DAU).

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Pada sektor infrastruktur, Pemkab Majalengka pada 2026 membangun jalan sepanjang 117 kilometer.

Pembangunan tersebut turut meningkatkan tingkat kemantapan jalan daerah hingga mencapai 90,95 persen. Penguatan infrastruktur juga menyasar sektor pertanian.

Sebanyak 119 unit irigasi perpompaan dan 37 unit irigasi perpipaan telah disalurkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian. Melalui dukungan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang dilaksanakan bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung, rehabilitasi jaringan irigasi pada 2026 dilakukan di 12 daerah irigasi dengan cakupan 556 hektare dan nilai pekerjaan mencapai Rp2,6 miliar.

Selain itu, pemerintah juga membangun 27 titik sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dengan nilai mencapai Rp48,6 miliar. Capaian positif juga terlihat dari sektor ketahanan pangan.

Hingga Juli 2026, Kabupaten Majalengka mencatat surplus beras sebesar 122.421 ton. Angka tersebut berasal dari kebutuhan sebanyak 171.666 ton dengan ketersediaan mencapai 294.086 ton.

Untuk komoditas jagung, surplus tercatat sebesar 13.755 ton, dengan kebutuhan 29.157 ton dan ketersediaan mencapai 33.920 ton. Sementara itu, penyerapan pupuk bersubsidi Urea telah mencapai 55,36 persen atau 20.153 ton dari alokasi 36.400 ton.

Adapun pupuk NPK terserap 60,01 persen atau 17.110 ton dari alokasi 28.514 ton. Pemerintah daerah memastikan ketersediaan stok pupuk masih aman hingga Desember 2026.

Dari sisi ekonomi, Majalengka juga mencatat pertumbuhan positif. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) meningkat dari 6,38 persen menjadi 6,86 persen pada 2025, yang disebut menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa Barat.

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,62 persen. Sementara angka kemiskinan juga menurun menjadi 10,31 persen.

Eman menegaskan, berbagai capaian tersebut bukan hasil kerja pemerintah daerah semata. Pembangunan membutuhkan keterlibatan DPRD, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, momentum HUT ke-81 RI harus menjadi energi baru untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Majalengka. "Modal utama dalam membangun itu kebersamaan, kekompakan dan gotong royong," kata Eman.

Ia mengingatkan kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan bersama, sehingga semangat yang sama harus diterapkan dalam pembangunan daerah. Eman menilai pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan seorang kepala daerah.

Diperlukan gagasan dan inisiatif dari pemimpin, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, serta dukungan pembiayaan yang memadai. "Pembangunan itu akan sukses manakala ada inisiatif dan gagasan dari pemimpinnya. Tidak akan bisa terlaksana kalau tidak kolaborasi, dan pembangunan bisa terlaksana serta cepat manakala ditunjang dengan finansial," ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung, Eman mengakui aspek pembiayaan menjadi salah satu persoalan yang terus dihadapi pemerintah daerah. Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar agenda pembangunan tetap berjalan.

Melalui momentum HUT ke-81 RI, Eman juga mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang telah dan sedang dijalankan Pemkab Majalengka. Ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada upacara, tetapi diwujudkan melalui kerja keras, gotong royong, kolaborasi, serta partisipasi masyarakat untuk menciptakan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

"Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, tidak bisa oleh seorang Bupati maupun Wakil Bupati. Semuanya harus berkolaborasi. Mari kita bersama sama wujudkan Majalengka 'Langkung SAE'," ucapnya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....