Atasi Kemarau, Pemkab-Polres Majalengka Salurkan 50 Tangki Air
- 01 Okt 2026 12:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Polres Majalengka bersama Pemkab Majalengka bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih ke warga yang terdampak.
Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan kepolisian di tengah kemarau berkepanjangan. Sinergi ini dinilai menjadi langkah krusial untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
"Kolaborasi dan sinergitas, saling mendukung dan saling menguatkan dalam rangka membangun Majalengka Langkung Sae untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Eman, Kamis, 1 September 2026.
Menurutnya, kondisi kemarau telah berlangsung lebih dari enam bulan. Sejumlah kecamatan dan desa mulai mengalami kesulitan mendapatkan air, bukan hanya untuk kebutuhan pertanian, tetapi juga kebutuhan rumah tangga.
"Bukan hanya kesulitan untuk mengairi sawah, tetapi juga kesulitan air bersih untuk kebutuhan di rumah," katanya.
Eman menyebut terdapat delapan kecamatan yang berdasarkan laporan masyarakat mulai membutuhkan pasokan air bersih. Pemerintah daerah kemudian menyiapkan langkah penanganan melalui distribusi air menggunakan armada tangki PDAM.
Sebanyak 50 tangki air bersih disiapkan untuk didistribusikan ke sejumlah titik di delapan kecamatan terdampak. Selain kebutuhan rumah tangga, Pemkab Majalengka juga berupaya menjaga sektor pertanian agar tetap berjalan.
Dinas Pertanian bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) diminta memaksimalkan berbagai strategi pengelolaan air untuk memastikan lahan pertanian tetap terairi dan petani dapat mempertahankan produksi. Eman mengapresiasi langkah Polres Majalengka yang turut turun tangan menangani dampak kemarau.
"Terima kasih kepada Pak Kapolres yang tidak pernah henti-hentinya selalu berinovasi bagaimana negara hadir untuk memberikan perlindungan, kenyamanan, dan menjawab kebutuhan rakyat," ujarnya. Ia juga meminta PDAM memperkuat komunikasi dengan Polres Majalengka agar kebutuhan air masyarakat dapat segera direspons.
"Saya minta ketika masyarakat membutuhkan dukungan PDAM, direspons secepatnya. Tidak boleh menunggu waktu lama. Masyarakat akan sangat bahagia ketika mereka membutuhkan, kemudian negara hadir, kita hadir," tegas Eman.
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan, distribusi air bersih merupakan bentuk sinergi Polres Majalengka bersama Pemkab Majalengka untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau. "Wujud perhatian tersebut berupa pendistribusian air bersih kepada warga di delapan kecamatan," kata AKBP M Aldy.
Ia mengapresiasi respons cepat Pemkab Majalengka, termasuk jajaran PDAM, setelah kepolisian menerima informasi mengenai kebutuhan air bersih dari masyarakat. Menurut AKBP Aldy, kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan membuat sejumlah titik mengalami penurunan ketersediaan air.
Kondisi tersebut secara langsung meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap air sebagai salah satu kebutuhan dasar. Karena itu, Polres Majalengka memastikan distribusi air tidak berhenti pada penyaluran 50 titik tersebut.
"Hari ini 50 titik, kemudian besok insyaallah akan kita laksanakan kembali sampai dengan minggu depan," ujarnya. AKBP Aldy berharap hujan segera turun sehingga persoalan kekurangan air bersih akibat kemarau dapat berangsur teratasi.
Sinergi antara Polres dan Pemkab Majalengka menjadi langkah konkret dalam menghadapi dampak musim kemarau. Melalui kerja sama ini, pemenuhan kebutuhan dasar warga tetap dijadikan sebagai prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berkepanjangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....