Kebakaran TPSA Ciniru meluas, Titik Panas Capai 80 Derajat Celsius

  • 15 Agt 2026 13:07 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Kebakaran di TPSA Ciniru, Kuningan memasuki hari keempat pada Sabtu 15 Agustus 2026 dengan api masih membakar tumpukan sampah dalam jumlah besar.
  • Kepulan asap pekat dari kebakaran telah menyebar hingga ke kawasan Jalan Lingkar Timur Kuningan, menunjukkan jangkauan pencemaran udara yang luas.
  • Data drone termal BPBD Jawa Barat menunjukkan suhu pada sejumlah titik api masih mencapai di atas 80 derajat Celsius dengan sebaran titik panas yang hampir menutupi seluruh kawasan TPSA.

RRI.CO.ID, Kuningan - Kebakaran Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memasuki hari keempat, Sabtu, 15 Agustus 2026 . Api masih membakar tumpukan sampah dalam jumlah besar, sementara kepulan asap pekat terbawa angin hingga mencapai kawasan Jalan Lingkar Timur Kuningan.

Pantauan drone termal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menunjukkan sebaran titik panas hampir menutupi seluruh kawasan TPSA. Suhu pada sejumlah titik api tercatat masih di atas 80 derajat Celsius.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara intensif. “Pantauan drone termal menunjukkan sebaran api hampir menutupi seluruh kawasan dengan suhu api yang masih berada di atas 80 derajat Celsius,” ujar Indra saat memantau penanganan kebakaran di lokasi.

Selain titik panas, asap pekat menjadi salah satu kendala utama. Asap menyulitkan jarak pandang dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi petugas yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

“Kondisi asap yang sangat pekat membuat petugas berisiko mengalami gangguan pernapasan. Sejumlah personel bahkan harus mendapatkan bantuan oksigen medis di sela-sela tugas pemadaman,” katanya.

Sebanyak empat kendaraan penyemprot air dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman. Dua unit berasal dari UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, sedangkan dua lainnya masing-masing berasal dari Yonif TP 839/Satria Abyakta dan Kodim 0615/Kuningan.

BPBD Kabupaten Kuningan turut mengerahkan kendaraan operasional untuk menjaga ketersediaan suplai air selama proses pemadaman. Sedikitnya 20 personel Damkar dan 12 personel BPBD disiagakan di lokasi.

Mereka dibantu personel Yonif TP 839/Satria Abyakta, Kodim 0615/Kuningan, serta jajaran Polres Kuningan. Tim gabungan melakukan penyisiran dan pendinginan untuk mengendalikan titik-titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

BPBD juga mendirikan dapur lapangan yang beroperasi selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan logistik petugas. “Untuk menunjang kebutuhan logistik dan nutrisi para petugas, kami mendirikan dapur lapangan yang beroperasi selama 24 jam penuh,” kata Indra.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan kondisi tumpukan sampah yang kering dapat meningkatkan potensi meluasnya kobaran api. Hal ini berisiko memperparah keadaan, terlebih peristiwa kebakaran tersebut terjadi di tengah musim kemarau.

“Kalau tadi kita terlambat, api bisa merembet ke mana-mana. Ini akan menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati,” ujar Dian.

Dian mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil penanganan dan informasi dari aparat yang melakukan penyelidikan.

“Kita belum dapat laporan yang detail, ini mungkin faktor kesengajaan atau tidak disengaja,” katanya.

Ia menegaskan, jika penyelidikan kepolisian menemukan adanya unsur kesengajaan, pelaku harus diproses sesuai hukum. “Kalau ada unsur kesengajaan, ya harus ditindak tegas. Itu membahayakan dan jangan main-main,” ucap Dian.

Hingga Jumat sore, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik. Kepulan asap tebal masih terlihat dari kawasan TPSA dan terbawa angin menuju wilayah sekitar, termasuk Jalan Lingkar Timur Kuningan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....