Kejar Capaian Imunisasi, Puskesmas Sitopeng Sisir Siswi Belum Divaksin HPV
- 13 Agt 2026 15:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon melakukan upaya kejar imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi yang belum mendapatkan vaksinasi saat duduk di kelas 5 SD. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan anak perempuan usia sekolah mendapatkan vaksin HPV sesuai sasaran program BIAS.
Kepala Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon, dr. H. Eko Dewantoro, mengatakan vaksin HPV diberikan satu kali kepada anak yang mendapatkan vaksinasi sebelum usia 20 tahun. Vaksin tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mencegah penyakit kanker serviks pada perempuan.
"Vaksin HPV ini suatu kewajiban dan hanya satu kali untuk yang divaksin di bawah 20 tahun. Sekali suntik itu di atas satu juta harga vaksinnya, dan pemerintah sudah memberikan fasilitas kepada anak-anak Indonesia untuk mencegah penyakit kanker serviks dengan memberikan vaksin yang gratis," ujarnya kepada RRI, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca juga: Puskesmas Sitopeng Libatkan Guru Antisipasi Siswa Takut Imunisasi
Baca juga: Peran Orang Tua Dinilai Penting dalam Mendukung Pelaksanaan BIAS
dr. Eko menjelaskan, masih terdapat siswi yang belum mendapatkan imunisasi karena tidak masuk sekolah saat pelaksanaan, baik karena sakit maupun izin. Puskesmas kemudian melakukan sweeping untuk mencari sasaran yang belum mendapatkan vaksinasi tersebut.
Pelaksanaan sweeping dilakukan dengan mendatangi sekolah dan mengecek data siswa yang belum mendapatkan imunisasi HPV. Selain itu, Puskesmas juga melakukan kejar imunisasi terhadap siswi kelas 6 SD hingga kelas 9 SMP yang belum mendapatkan vaksinasi saat kelas 5.
"Ketika di kelas 5 dia belum, kita mendatangi kelas 6 di SD-SD yang ada di wilayah kami, kemudian menanyakan ada yang belum. Di SMP pun kita sweeping juga, kita kejar anak kelas 7, 8, 9, bagi yang belum kita laksanakan suntik," ucapnya.
Baca juga: Puskesmas Sitopeng Siapkan BIAS di 10 Sekolah Wilayah Argasunya
Baca juga: BIAS Jadi Program Nasional Lindungi Anak dari Berbagai Penyakit
dr. Eko menambahkan, pelaksanaan kejar imunisasi tetap dilakukan meskipun siswa berpindah sekolah atau wilayah karena BIAS merupakan program pemerintah yang dilaksanakan secara nasional. Dengan demikian, anak perempuan usia sekolah yang belum mendapatkan vaksin HPV tetap dapat ditemukan dan diberikan imunisasi satu kali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....