Puskesmas Sitopeng Libatkan Guru Antisipasi Siswa Takut Imunisasi

  • 13 Agt 2026 15:23 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) masih menghadapi tantangan dari siswa yang takut atau berusaha menghindari imunisasi. Kondisi tersebut terutama ditemukan pada siswa kelas 1 SD yang cenderung menangis ketika melihat proses penyuntikan.

Kepala Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon, dr. H. Eko Dewantoro, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan guru di sekolah untuk mengantisipasi siswa yang takut maupun berusaha melarikan diri saat imunisasi. Guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejumlah guru lainnya turut membantu mengawasi siswa selama pelaksanaan imunisasi.

"Masih ada, tapi kita di sini bekerja sama dengan guru-guru yang ada di sekolah tersebut. Ketika pelaksanaan imunisasi, yang turun tidak hanya wali kelas, tetapi guru UKS dan beberapa guru yang ikut membantu menjaga di pintu," ujarnya kepada RRI, Selasa, 11 Agustus 2026.

Baca juga: Puskesmas Sitopeng Siapkan BIAS di 10 Sekolah Wilayah Argasunya

Baca juga: Peran Orang Tua Dinilai Penting dalam Mendukung Pelaksanaan BIAS

Untuk mengantisipasi siswa keluar dari ruangan, anak-anak terlebih dahulu dikumpulkan dalam satu kelas hingga seluruh siswa hadir. Setelah itu, pintu dijaga oleh guru agar siswa tidak keluar sebelum mendapatkan imunisasi.

dr. Eko mengatakan, respons siswa saat akan mendapatkan imunisasi juga beragam, mulai dari menangis hingga bersembunyi di bawah meja. Bahkan, terdapat siswa yang berusaha berlari sehingga harus dikejar dan ditenangkan oleh guru.

"Memang drama itu selalu ada, terutama di kelas 1, karena kalau kelas 1 itu belum apa-apa sudah menangis. Lihat orang nangis sudah ikutan nangis, jadi memang kita dibantu oleh guru-guru yang ada di sekolah tersebut," ucapnya.

Baca juga: BIAS Jadi Program Nasional Lindungi Anak dari Berbagai Penyakit

Menurut dr. Eko, keberadaan guru sangat membantu petugas Puskesmas dalam menghadapi siswa yang takut imunisasi. Selain menenangkan siswa, guru juga membantu memegang siswa agar tidak berontak ketika proses penyuntikan dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....