Pemkab Cirebon Perkuat Koordinasi Deteksi Dini dan Pengendalian Penyakit

  • 10 Jun 2026 13:42 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit melalui koordinasi lintas sektor guna meningkatkan kewaspadaan dini, mempercepat respons terhadap potensi wabah, serta menjaga derajat kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Cirebon yang digelar di Patra Cirebon Hotel and Convention, Senin 8 Juni 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, mengatakan tantangan kesehatan saat ini semakin kompleks karena tidak hanya menghadapi ancaman penyakit menular, tetapi juga peningkatan penyakit tidak menular yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Menurutnya, pengendalian penyakit tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata karena berkaitan dengan berbagai faktor yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak perlu meningkatkan sinergi untuk memperkuat sistem kesehatan daerah. “Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Cirebon,” ujarnya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Ia menjelaskan, tantangan kesehatan juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat, kondisi lingkungan, mobilitas penduduk, hingga kesiapan logistik di lapangan. Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

Deteksi dini harus terus diperkuat agar setiap potensi wabah dapat diketahui sejak awal. Selain itu, respons yang cepat dan terkoordinasi diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas.

“Seluruh pihak harus mampu memperkuat deteksi dini, meningkatkan sinergi, dan merespons cepat setiap potensi wabah agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa,” ucapnya.

Ia menambahkan, forum koordinasi tersebut juga dimanfaatkan untuk menyelaraskan program kerja, mengevaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, serta memperkuat sistem deteksi dini penyakit di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Ia menekankan tiga fokus utama, yakni penguatan deteksi dini dan pencegahan, peningkatan sinergi lintas sektor, serta percepatan respons terhadap laporan potensi wabah.

Pemerintah daerah juga meminta fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas bersama kader kesehatan, untuk terus mengoptimalkan kegiatan skrining dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, instansi terkait didorong memperkuat kolaborasi dalam pemetaan wilayah rawan penyakit, pemenuhan kebutuhan logistik medis, serta edukasi mengenai kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan keberhasilan program pencegahan dan pengendalian penyakit membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut bertujuan membangun sinergi antarlembaga, mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki masing-masing sektor, menginventarisasi inovasi dan praktik baik, serta menyelaraskan kebijakan dan strategi pelaksanaan program.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menghasilkan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. “Kami berharap pertemuan koordinasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk merumuskan rencana aksi yang konkret, implementatif, dan akuntabel demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit,” katanya.

Kegiatan tersebut diikuti 205 peserta yang terdiri atas 40 camat, 60 kepala puskesmas, 31 kapolsek, 21 danramil, 17 perangkat daerah, 14 rumah sakit, enam media elektronik, serta tim Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....