Literasi Keuangan Perempuan Perlu Diperkuat untuk Kemandirian Finansial
- 11 Agt 2026 12:11 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Akses perempuan terhadap layanan keuangan saat ini dinilai sudah semakin terbuka dan setara dengan laki-laki. Namun, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan literasi agar perempuan mampu memahami dan mengelola keuangan secara mandiri.
Ketua Prodi Perbankan Syariah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, Assoc. Prof. Dr. Hj. Cory Vidiati, SH., MM., mengatakan digitalisasi membuat akses perempuan terhadap berbagai layanan keuangan semakin mudah. Menurutnya, tantangan yang masih dihadapi adalah pemahaman perempuan terhadap produk dan layanan keuangan.
"Kalau bicara inklusi keuangan, secara umum membicarakan seberapa besar masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan formal, dan untuk akses perempuan sebenarnya sudah terbuka, apalagi dengan adanya digitalisasi," ujar Cory kepada RRI Senin, 10 Agustus 2026.
Cory menilai, sebagian perempuan masih cenderung menggunakan produk keuangan tanpa memahami secara mendalam manfaat maupun ketentuannya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya literasi keuangan agar perempuan tidak hanya memiliki akses, tetapi juga mampu menentukan pilihan keuangan dengan tepat.
Selain literasi, pemahaman terhadap produk investasi seperti saham, reksa dana, dan pasar modal juga dinilai perlu ditingkatkan. Menurut Cory, keterbatasan wawasan membuat sebagian perempuan lebih memilih mengikuti keputusan keuangan yang sudah ada di lingkungan keluarga.
Faktor sosial dan lingkungan keluarga turut memengaruhi kemandirian perempuan dalam mengambil keputusan finansial. Ketergantungan kepada pasangan, terutama bagi perempuan yang tidak memiliki penghasilan sendiri, dapat membuat pengelolaan keuangan lebih banyak diserahkan kepada suami, katanya.
Karena itu, pemahaman keuangan menjadi salah satu bentuk proteksi yang penting bagi perempuan. "Perempuan tetap membutuhkan proteksi secara spesifik, karena ketika menghadapi masalah seperti perceraian, kondisi keuangan bisa menjadi kacau jika sebelumnya sangat bergantung kepada suami," ucapnya.
Penguatan literasi keuangan diharapkan dapat membuat perempuan lebih percaya diri dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan finansial. Dengan demikian, perempuan tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai bagian dari kemandirian dan perlindungan finansial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....