KKN Unwir Gelar Seminar Edukasi Hak Anak dan Perempuan di Rawadalem
- 11 Agt 2026 21:48 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu — Upaya mendorong terwujudnya Desa Ramah Anak terus dilakukan melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan hak anak dan perlindungan perempuan. Langkah tersebut diwujudkan dalam Seminar Desa Berbasis Data dan Kebijakan Publik yang digelar KKN Kelompok 7 Universitas Wiralodra (Unwir) di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan pengabdian mahasiswa yang menghadirkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Endang Dharma Ayu (EDA) ini menjadi ruang edukasi bagi warga setempat. Acara tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan desa yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak.
Dalam forum tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pemenuhan hak anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, identitas, hingga perlindungan dari kekerasan. Selain itu, seminar menyoroti pentingnya perlindungan perempuan dan mendorong masyarakat agar tidak tinggal diam saat menemukan kekerasan.
Narasumber dari LBH EDA memberikan pemahaman mengenai aspek hukum serta langkah konkret ketika terjadi persoalan hukum yang menyangkut perempuan dan anak. Pihak LBH juga menegaskan komitmennya dalam mendampingi warga yang membutuhkan bantuan legal.
“LBH EDA berkomitmen untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat di Indramayu, khususnya perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum,” ujar Ketua LBH Endang Dharma Ayu.
Sementara itu, Ketua KKN Unwir Kelompok 7 Desa Rawadalem, Abdul Aziz, menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, perlindungan perempuan dan pemenuhan hak anak bukan semata tugas pemerintah desa.
Ia menilai data akurat serta kebijakan tepat harus menjadi dasar terbentuknya desa yang aman dan inklusif. “Melalui Seminar Desa Berbasis Data dan Kebijakan Publik ini, kami ingin mendorong kesadaran bersama bahwa perlindungan perempuan dan pemenuhan hak-hak anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Abdul berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut menjadi tindakan nyata yang memberikan dampak berkesinambungan di Desa Rawadalem. Ia optimistis kepedulian bersama dapat mempercepat terwujudnya lingkungan yang ramah anak.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat menjadi langkah nyata dalam membangun Desa Rawadalem sebagai desa yang mampu memberikan perlindungan dan pemenuhan hak secara berkelanjutan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa peran serta seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama tercapainya tujuan tersebut. “Desa yang ramah anak harus dibangun melalui kepedulian, partisipasi dan tindakan nyata seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Dari sisi pelaksana, Ketua Pelaksana Kegiatan, Edi Supriyadi, menegaskan komitmen mahasiswa KKN dalam menjembatani kebutuhan informasi hukum warga. Penyuluhan hukum ini diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap aturan yang berlaku.
“Melalui program kerja penyuluhan hukum ini, kami ingin memperkuat kapasitas masyarakat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hukum secara mandiri dan bijaksana,” ucap Edi saat seminar.
Pemerintah desa setempat menyambut positif insiatif program kerja yang dijalankan oleh para mahasiswa Unwir tersebut. Kuwu Desa Rawadalem, Mukmin, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai memperkuat tata kelola masyarakat yang adil.
Edukasi ini dinilai penting agar warga mampu melakukan pencegahan kekerasan sejak dari tingkat keluarga dan lingkungan terdekat. “Kegiatan ini menjadi salah satu langkah mahasiswa KKN Kelompok 7 Unwir dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat Desa Rawadalem, khususnya dalam membangun kesadaran hukum dan menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, serta ramah terhadap perempuan dan anak,” ujar Mukmin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....