Kumuh dan Tak Terawat, Wisata Air Panas Ciangir Bakal Revitalisasi Tahun Depan
- 01 Agt 2026 19:40 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Pemandian Air Panas Ciangir di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, berada dalam kondisi sangat memprihatinkan dengan fasilitas kolam renang utama kosong, dipenuhi dedaunan kering, dan tidak terawat.
- Pemerintah Kabupaten Kuningan telah memasukkan penataan kawasan wisata perbatasan ini ke dalam skala prioritas daerah untuk mengaktifkan kembali objek wisata tersebut.
- Destinasi wisata yang terletak di ujung timur Kuningan ini memiliki potensi ekonomi besar, terutama untuk menarik wisatawan dari wilayah tetangga seperti Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
RRI.CO.ID, Kuningan - Objek Wisata Pemandian Air Panas Ciangir di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Hasil pantauan langsung di lapangan menunjukkan kawasan wisata perbatasan ini terkesan kumuh, tidak terawat, bahkan fasilitas kolam renang utamanya dibiarkan kosong tanpa air, dipenuhi dedaunan kering dan berdebu.
Menanggapi kondisi yang memilukan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan telah memasukkan penataan kawasan Pemandian Air Panas Ciangir ke dalam skala prioritas daerah. Destinasi yang terletak di ujung timur Kuningan ini dinilai memiliki potensi ekonomi besar jika dikelola secara serius, terutama untuk menjaring wisatawan dari wilayah tetangga seperti Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyatakan pemetaan awal untuk revitalisasi kawasan tersebut saat ini sedang berjalan. "Ciangir beberapa minggu yang lalu InsyaAllah sudah masuk dalam skala prioritas. Kita lagi pemetaan mengingat keterbatasan anggaran, tapi ini merupakan salah satu program yang akan saya dorong ke depan untuk penataan kawasan wisata Kuningan Timur," ujar Dian, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dian menjelaskan perbaikan secara menyeluruh baru ditargetkan masuk dalam alokasi APBD pada tahun 2027 mendatang, mengingat kebutuhan anggaran penataan kawasan yang terbilang cukup besar. "Kita anggarkan 2027 ya, karena mengingat anggaran yang cukup besar. Mohon doanya APBD semakin membaik, tahun 2027 mungkin kita akan perbaikan secara total," katanya menambahkan.
Kondisi ini disambut baik oleh Pemerintah Desa Ciangir. Kepala Desa Ciangir, Rahmat, mengonfirmasi pihak desa telah berkoordinasi langsung dengan Bupati Kuningan mengenai rencana dukungan penuh dari Pemkab untuk membangun kembali potensi wisata yang redup tersebut.
Rahmat menjelaskan adanya komitmen dan janji dari Bupati terkait arah pengembangan kawasan ini. Ke depannya, pembangunan di area tersebut tidak akan mengandalkan gedung-gedung beton yang masif.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Bapak Bupati, konsep renovasi ke depan tidak lagi menitikberatkan pada pembangunan fisik gedung yang masif. Penataan kawasan akan ditekankan pada konsep yang menyatu dan harmonis dengan alam," ucapnya.
Meskipun fasilitasnya sangat memprihatinkan dan belum tersentuh penataan menyeluruh dari Pemkab, objek wisata Pemandian Air Panas Ciangir dipastikan masih tetap beroperasi. Rahmat menegaskan kawasan tersebut tetap terbuka untuk masyarakat umum di bawah pengelolaan pihak desa.
"Saat ini pengelolaannya sementara waktu masih dipegang langsung oleh pihak desa. Bagi masyarakat yang ingin berkunjung dan menikmati kehangatan air panas alami Ciangir, kami mematok harga tiket yang sangat ramah di kantong, yakni hanya sebesar Rp10.000 per orang," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....