Sebanyak 529 Siswa jadi Bagian Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon
- 31 Jul 2026 20:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon pada Jumat 31 Juli 2026. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti ratusan siswa dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial, yang juga PIC Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon, Suratna menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya kehadiran Sekolah Rakyat merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto yang diterjemahkan Kementerian Sosial menjadi program pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. "Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari mandat langsung Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto serta langkah strategis negara dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi," ujarnya.
Ia menilai persoalan utama yang dihadapi anak-anak dari keluarga kurang mampu bukan semata-mata faktor ekonomi, melainkan keterbatasan kesempatan untuk berkembang "Masalahnya ini bukan kemiskinan, tetapi kesempatan. Begitu ada kesempatan, anak dilatih dan diberi lingkungan yang baik, ternyata mampu memunculkan bakat-bakat yang menjadi potensi anak," katanya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 529 siswa mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Jumlah tersebut terdiri atas 270 siswa dari Kabupaten Cirebon, 90 siswa dari Kota Cirebon, 86 siswa dari Kabupaten Kuningan, dan 83 siswa dari Kabupaten Majalengka. Para siswa akan belajar dalam 18 rombongan belajar, masing-masing enam rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Ia mengatakan seluruh pemangku kepentingan akan bersama-sama mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat agar mampu mencetak generasi yang berkualitas. "Ini bukan sekadar membangun sekolah, ini membangun harapan. Mereka belajar, mereka tumbuh, mereka bermimpi, dan kita ajarkan untuk berani bermimpi setinggi-tingginya," katanya.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kapasitas diri melalui dukungan fasilitas yang memadai, tenaga pendidik, serta lingkungan belajar yang kondusif. “Sekolah Rakyat adalah ruang untuk membangun harapan, memperkuat kapasitas diri, dan menyiapkan generasi yang tangguh, mandiri, serta berdaya saing," ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya agar mampu menjadi generasi penerus yang membawa perubahan bagi Indonesia. "Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan berani bermimpi setinggi-tingginya. Sekolah Rakyat harus benar-benar menjadi jalan perubahan, karena kalian adalah masa depan Indonesia," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....