BPBD Kuningan Tetapkan Status Siaga Hadapi Karhutla & Kekeringan

  • 27 Jul 2026 21:23 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan status siaga bencana untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan selama musim kemarau. Penetapan status siaga tersebut merupakan tindak lanjut atas kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menetapkan status siaga di seluruh wilayah Jawa Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan penetapan status siaga dilakukan secara rutin setiap memasuki fase musim kemarau maupun saat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

"Ini memang sesuatu hal yang rutin di mana kita pada saat fase kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, termasuk disiaga hidrometeorologi basah dan kering, pasti akan mengeluarkan surat siaga ini. Ini juga menindaklanjuti terkait yang telah dilakukan oleh provinsi," kata Ibe, sapaan akrab Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, 27 Juli 2026.

BPBD mencatat, memasuki musim kemarau telah terjadi sejumlah kebakaran hutan, lahan, dan area permukiman di Kabupaten Kuningan. Salah satu kejadian berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di Blok Pajaten.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Kuningan bersama Balai TNGC dan instansi terkait menyepakati sejumlah langkah penanganan melalui rapat koordinasi, meliputi peningkatan patroli di kawasan rawan kebakaran, pemeliharaan sekat bakar, serta pemantauan embung sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman.

Di sisi lain, BPBD menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan permintaan distribusi air bersih dalam skala luas akibat kekeringan.

"Untuk kekeringan sampai saat ini alhamdulillah belum ada laporan terkait permintaan air bersih. Kemarin ada yang sifatnya parsial atau sementara dan sudah kita bantu ketersediaannya," ujar Indra.

BPBD Kabupaten Kuningan menyiagakan dua unit armada tangki air. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Perumda Air Minum, BAZNAS, serta sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung distribusi air bersih apabila diperlukan.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BPBD Kabupaten Kuningan bersama BPBD Provinsi Jawa Barat akan menggelar kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan di Bukit Lambosir pada 30–31 Juli 2026. Kegiatan tersebut akan diikuti personel TNGC, relawan, dan komunitas lingkungan dengan agenda diskusi kebencanaan, peninjauan sekat bakar dan embung, serta sosialisasi pencegahan kebakaran hutan kepada masyarakat sekitar kawasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....